Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, bicara tugas PAN sebagai penjembatan dengan pemerintah. Ia mengungkit ada anggapan Presiden Joko Widodo jauh dari Islam.
Namun, menurut politikus yang akrab disapa Zulhas ini, pemerintah tidak jauh dari Islam bila melihat Wakil Presiden Ma'ruf Amin hingga menteri di kabinet.
"Buktinya apa, buktinya Pak Jokowi memilih wakilnya itu tokoh Islam nomor satu Kiai Ma'ruf Amin itu Ketua Majelis Ulama Indonesia," ujar Zulhas saat Rakernas PAN, Selasa (31/8).
Kemudian Menko Polhukam diisi oleh Mahfud MD yang merupakan tokoh cendikiawan muslim. Serta Menko PMK juga merupakan seorang profesor dari kalangan muslim yaitu Muhadjir Effendy.
Lebih lanjut, Zulhas bilang, bila kurang mewarnai mungkin kurang PAN. Pihaknya bisa menjadi jembatan juga karena saat ini pendapat PAN didengar.
"Nah kalau belum bisa mewarnai banyak ya mungkin kita yang kurang, kurang pinter," kata Zulhas.
"Apalagi sekarang pendapat-pendapat kita juga didengar, oleh karena itu kita ingin PAN ini bisa menjembatani," imbuhnya.
Zulhas juga menyayangkan masih ada narasi-narasi perpecahan seperti cebong-kampret. Padahal saat ini, lawan Jokowi di Pilpres 2019 lalu yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sudah bergabung ke pemerintah.
"Wong capres kita saja sudah gabung, wakil presiden sudah gabung. Terus gimana? Soal-soal seperti ini sudah selesai. Wah nanti kalau gak cocok nanti ada waktunya kan, nanti ada pemilihan presiden lagi. pemilihan gubernur lagi nanti di situ tarung lagi gapapa," tegas Zulhas.