Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi menyarankan pihak-pihak yang tak terakomodasi dalam pengurus baru periode 2020-2025 tidak menjadi provokator. Apalagi sampai memanfaatkan figur senior dan pendiri PAN Amien Rais yang sebelumnya kecewa dengan hasil Kongres.
Hal itu menanggapi pernyataan bahwa 160 DPW dan DPD mendesak Amien Rais untuk membentuk PAN 'Reformasi'.
"Sebaiknya menghindari untuk menjadi tukang kompor, tukang kipas, atau provokator, dengan memanfaatkan figur pak Amien Rais untuk menjadi alat legitimasi atas ketidakpuasan hasil kongres. Jangan memprovokasi pak Amien Rais menjadi cap stempel demi agenda politik pribadi dan ambisi kader yang kecewa," ujar Viva kepada wartawan, Kamis (12/3).
Viva meminta semua kader menerima hasil Kongres V di Kendari sebagai keputusan sah, legal dan konstitusional. Jika ada yang keberatan, Viva menyarankan untuk menggugat ke pengadilan.
Viva menegaskan, Ketua Umum terpilih Zulkifli Hasan tidak mungkin menyingkirkan Amien Rais dari PAN. Apalagi Amien merupakan pendiri sekaligus ikon PAN.
"Bahkan di setiap hasil survei, PAN identik dengan pak Amien. Pak Amien identik dengan PAN. Dan bang Zul, bang Hatta Rajasa, mas Sutrisno Bachir itu murid dan santrinya pak Amien. Sampai kapanpun pak Amien tidak tergantikan," jelasnya.
Sejak Kongres 2005, Amien yang tak ingin menjadi ketum PAN lagi, belum menempati lembaga eksekutif partai. Amien menempati kursi lembaga partai Majelis Penasihat dan Dewan Kehormatan. Viva mempertanyakan persepsi tentang pengurus PAN yang dianggap salah tafsir.
Menurut Viva, tak diketahui apakah Amien masih mau menempati kursi di lembaga partai atau tidak. Masuk tidaknya Amien, dia menilai tidak menghilangkan ketokohan di PAN.
"Menurut saya, apakah pak Amien Rais masuk atau berada di luar posisi di lembaga partai, dipastikan tidak akan menghilangkan magnit, ketokohan, rekam jejak sejarah, dan kharisma beliau di publik. Menurut persepsi publik, personifikasi pak Amien tidak dapat dipisahkan dari eksistensi PAN. Sampai kapanpun," ujarnya.