Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengomentari pidato kebangsaan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, semalam.
Dia menilai, pidato Ketua Umum Partai Gerindra itu semakin jelas terlihat mirip dengan metode Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat kampanye Pemilihan presiden AS 2016. Kala itu, Trump menggunakan metode menakut-nakuti masyarakat dengan buruknya kondisi negara AS.
"Prabowo tetap mengandalkan strategi our brand is crisis. Dengan menilai situasi negara saat ini di tengah krisis. Semua dilihat buruk, sengsara, tertinggal, terbelakang dan tergantung. Dengan cara itu, Prabowo ingin tampil sebagai penyelamat," ucap Ace dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/1).
Menurut Ace selama hampir dua jam pidato Prabowo sesungguhnya justru memaparkan keberhasilan kepemimpinan Jokowi saat ini. Dia menilai tidak ada sesuatu yang baru dari gagasan yang dipaparkan Mantan Danjen Kopassus itu. Mulai dari mekanisme BPJS, penguatan BUMN, hingga pemberantasan kemiskinan.
"Jadi, dua jam Prabowo berpidato justru hanya mempromosikan apa yang sudah dilakukan oleh Jokowi," kata Ace.
Politisi Partai Golkar ini berpendapat, visi dan misi Prabowo semalam hanya menjiplak program yang dilakukan Prabowo selama lima tahun menjabat sebagai presiden. Dari situ dia menilai pidato Prabowo hanya retorika.
"Prabowo baru berjanji, Jokowi sudah memberikan bukti. Lima fokus dan agenda aksinya banyak menjiplak program Jokowi," ungkapnya.