JKSN Jabar Targetkan suara 70 Persen, Khofifah Maksimalkan Peran ustazah

Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Jawa Barat menargetkan perolehan suara untuk Joko Widodo-Maruf Amin 70 persen dalam Pilpres 2019. Untuk merealisasikannya, mereka akan melibatkan ustazah dalam menyebarkan informasi terkait kebangsaan dan Joko Widodo.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
JKSN Jabar Targetkan suara 70 Persen, Khofifah Maksimalkan Peran ustazah
Khofifah di acara deklarasi JKSN Jabar. ©2018 Merdeka.com/Aksara Bebey

Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Jawa Barat menargetkan perolehan suara untuk Joko Widodo-Maruf Amin 70 persen dalam Pilpres 2019. Untuk merealisasikannya, mereka akan melibatkan ustazah dalam menyebarkan informasi terkait kebangsaan dan Joko Widodo.

Pembina JKSN, Khofifah Indar Parawansa mengatakan jaringan ini fokus terhadap konsolidasi terutama jaringan kiai kultural. Pasalnya, mereka mereka punya komunitas yang seringkali tidak terkonfirmasi dalam dinamika politik dan ketatanegaraan.

Jawa Barat merupakan satu dari sepuluh titik yang jadi fokus dalam penjaringan. Sejumlah agenda konsolidasi sudah dilakukan. Sukabumi, Cianjur dan Bogor adalah daerah yang akan segera ditindaklanjuti.

"Target ini harus dibangun konsolidasi ya. Ketua JKSN pusat kan minimal 60 persen suara (untuk Pilpres di Jabar). JKSN Jabar pengen 70 persen," katanya usai deklarasi JKSN Jabar, di Gor C-Tra, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Kamis (15/11/2018).

Ia optimistis target yang dicanangkan bisa terealisasi. Dari berbagai survei yang diterimanya, ulama punya pengaruh besar dalam meraup suara. "Saya biasa melangkah based on data. Peran religius leader itu signifikan. Mereka punya komunitas yang tiap hari bertemu," jelasnya.

Di samping itu, JKSN akan memaksimalkan peran ustazah. Mereka berfungsi sebagai pelengkap konten. Menurutnya, forum majelis mereka unlimited, apalagi di musim maulid nabi bisa mendatangi lima titik pengajian dalam satu hari.

Ustazah harus bisa menyampaikan pesan membangun bangsa, beriringan dengan kehidupan kemasyarakatan dan keagamaan, seimbang dengan toleransi.

"Ustazah sebagai pelengkap konten. Juga membangun konsolidasi untuk nomor satu (Joko Widodo-Maruf Amin)," katanya.

Mantan Menteri Sosial ini menegaskan bahwa JKSN tidak hanya disiapkan untuk pilpres. Alasannya, religius leader akan berperan aktif dalam proses pembangunan bangsa, selain betugas sebagai perekat umat.

Rekomendasi