Budiman Sudjatmiko: Dalam revolusi industri, Indonesia jadi penumpang atau memimpin?

Budiman menyampaikan pentingnya RUU Pengelolaan Pemerintahan Kecerdasan Buatan.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Budiman Sudjatmiko: Dalam revolusi industri, Indonesia jadi penumpang atau memimpin?
Budiman Sujatmiko di acara Rembug Desa. ©2014 Merdeka.com

Politikus PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko deklarasi Inovator 4.0 di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018) malam. Budiman menyampaikan pentingnya RUU Pengelolaan Pemerintahan Kecerdasan Buatan.

Menurut dia, Indonesia harus memanfaatkan potensinya untuk berada di barisan depan dalam menghadapi revolusi industri. "Dalam revolusi industri, Indonesia mau jadi penumpang atau memimpin di depan? Indonesia punya potensi," kata Budiman.

Budiman mengatakan, potensi itu nampak ketika 200 inovator dari berbagai disiplin keilmuan bergabung dalam gerakan Inovantor 4.0 tersebut. Mereka yang bergabung dalam mewujudkan gerakan ini adalah para politikus progresif, pendidik, dan wirausahawan sosial.

"Mereka dari desa dan kota, dan warga Indonesia yang studi di luar negeri, mau berkumpul tanpa bertanya dapat apa," ungkapnya.

Anggota Komisi II DPR RI itu menyampaikan, Inovator 4.0 adalah kelompok yang menyadari perkembangan alat bisa jauh lebih cepat dari ide. "Makanya kita ga mau manusia yang punya ide ini tertinggal," ujarnya.

"Amerika punya Silicon Valley, China ada Alibaba. Apa ekspresi teknologi dari Pancasila, inovator mau mencari tahu soal itu," sambung Budiman.

Kehadiran Inovator 4.0, lanjut Budiman, jadi modal penting mewujudkan pembangunan yang berlandaskan data akurat. Membangun Indonesia dengan data menurut dia bisa diwujudkan dengan menguasai ilmu pengetahuan dan menggabungkannya dengan jaringan sosial.

"Abad 21, kerja harus pake data bukan mitos. Karena data adalah data, dirangkai jadi cerita. Mereka yang mencerdaskan individu dan perkakas harus bersatu," kata Budiman.

Dalam acara deklarasi Inovator 4.0 juga sekaligus meluncurkan #2019WarasBareng. Hadir sebagai pemateri diskusi, Sabda PS selaku founder Zenius Education, Mariya Mubarika penggagas revisi UU Pendidikan Kedokteran, Cyril Raoul Hakim selaku wirausaha sosial dan lainnya.

Rekomendasi