Lembaga Survei Alvara Research Center merilis hasil survei nasional bertema 3 kunci kemenangan di Pilpres 2019. CEO Alvara Research Center Hasanudin Ali mengatakan, pasca pendaftaran capres cawapres 10 Agustus 2018, elektabilitas Joko Widodo dan Prabowo Subianto sama-sama terus meningkat. Elektabilitas Jokowi masih di atas Prabowo.
"Elektabilitas Jokowi pada bulan Februari mencapai mencapai 52,0 persen, Mei 52,3 persen, Juli 52,6 persen dan kini setelah pendaftaran capres-cawapres mencapai 53,7 persen. Sedangkan elektabilitas Prabowo di bulan Februari sebesar 33,2 persen, Mei 33,6 persen, Juli 35,4 persen, dan pada Agustus mencapai 36,8 persen," katanya saat jumpa pers di Hotel Oria, Jakarta Pusat, Minggu (26/8).
Kemudian dari elektabilitas cawapres, KH Ma'ruf Amin lebih unggul dengan 45,3 persen dibandingkan Sandiaga Uno 43,1 persen.
"Meski begitu keduanya bersaing ketat di pemilih muda dan tua. Sandiaga unggul di pemilih muda dan KH Ma'ruf Amin unggul di pemilih dewasa dan tua," ucapnya.
Dilihat dari elektabilitas pasangan capres-cawapres, Jokowi dan KH Ma'ruf Amin unggul dengan 53,6 persen. Sementara pasangan Prabowo - Sandiaga Uno 35,2 persen. Untuk pemilihan yang belum memutuskan pilihan sebanyak 11,2 persen.
Menurut Hasanudin, sosok cawapres di kedua pasang kandidat capres tidak cukup signifikan mengubah pilihan pemilih. Publik masih melihat kekuatan figur masing-masing kandidat capres sebagai faktor penting menentukan pilhannya.
"Kalau kita bandingkan kita bisa melihat kesimpulan faktor figur Capres jauh lebih kuat dibandingkan figur cawapres, jadi orang masih melihat pak Jokowi dan pak Prabowo nya," tandasnya.
Survei dilakukan pada 12-18 Agustus 2018. Metode yang digunakan multistage random sampling dengan melibatkan 1500 responden berusia 17 tahun ke atas. Sampel diambil di seluruh provinsi Indonesia. Margin of error 2,53 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sebelumnya Alvara Center juga telah melakukan survei nasional di bulan Februari, Mei, hingga awal Juli 2018.