4 Tahun kerja Jokowi jadi modal Tim Jubir untuk sasar pemilih milenial

Ratusan jubir yang tengah dipersiapkan, lanjut Tsamara, akan memberi narasi optimis. Fokusnya, bagaimana memberi pemahaman terhadap anak muda. Mengingat citra Jokowi yang kekinian.

Rita
Oleh Rita - Reporter
4 Tahun kerja Jokowi jadi modal Tim Jubir untuk sasar pemilih milenial
Tsamara Amany. ©Liputan6.com/Ditto Radityo

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany menjadi salah satu juru bicara tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Dia menjelaskan konsep kampanye ratusan jubir akan berkutat pada data. Menurut dia, pemaparan hasil kerja nyata Jokowi selama empat tahun terakhir menjadi sarana edukasi politik yang baik.

"Kita lebih ke menyusun narasi besar tentang apa yang kami sampaikan sepanjang masa kampanye. Lebih narasi optimisme, tentang apa yang telah dilakukan Pak Jokowi, jadi kami ingin masa kampanye ini menjadi ajang edukasi politik," kata Tsamara di lokasi Posko Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2018).

Ratusan jubir yang tengah dipersiapkan, lanjut Tsamara, akan memberi narasi optimis. Fokusnya, bagaimana memberi pemahaman terhadap anak muda. Mengingat citra Jokowi yang kekinian.

"Kami akan fokus kepada program dan membangun narasi optimis di 2019-2024, itu salah satu cara kami mendekatkan diri ke anak muda, kami percaya anak muda bersubstansi melihat Pak Jokowi dalam hal nyata, gampang ditemui, dan dekat dengan mereka," terang Ketua DPP PSI ini.

Ditambahkan Politisi PKB Lukman Edi, Tim Jubir ini nantinya juga harus dapat meyakini bahwa sosok wakil dari Jokowi juga dekat dengan anak muda. Dia ingin, pemilih tak sekedar memandang usia, melainkan semangat dan gagasan yang masih bergelora.

"Usia tak terlalu tua, beliau lebih muda dari Pak Jusuf Kalla," kata dia di kesempatan sama.

Menurut Lukman, pilihan Ma'ruf saat ini sebagai pendamping Jokowi adalah sebuah pengorbanan untuk umat. Dia menilai Rais Aam sebagai pemersatu terbelahnya umat pasca Pilgub DKI dan menguatnya politik indentitas yang syarat SARA.

"Pak kiai mengorbankan diri, di tengah kondisi bangsa terancam percpecahan, beliau progresif mengajukan konsep era baru pembangunan Indonesia. Beliau selenggarakan konfrensi ekonomi umat beberapa minggu setelah (aksi) 212, melakukan negosisasi dengan Pak Jokowi agar pemerintahan merespon populisme agama yang meningkat pasca Pilkada DKI," jelas dia.

Halaman
Rekomendasi