Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah-Sachrudin kalah lawan kotak kosong di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS). Semisal, Di TPS 7, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Pasangan Arief R Wismansyah-Sachrudin mendapat 147 suara. Sedangkan kotak kosong mendapat perolehan 152 suara.
Kemudian, di TPS 2, kotak kosong juga unggul atas Arief R Wismansyah-Sachrudin. Di TPS tempat Gubernur Banten Wahidin Halim mencoblos ini, Arief-Sachrudin, hanya memperoleh 74 suara, sedangkan kotak kosong mendapat perolehan 114 suara.
Sementara di TPS 3, suara Arief-Sachrudin hanya 87 suara, sementara kotak kosong mencapai 133 suara.
Kemudian, sekitar 38 pemilik hak suara dari 417 Daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 01 Desa Parahu, Sukamulya, kabupaten Tangerang juga memilih kotak kosong. Padahal, TPS 01 merupakan tempat calon wakil Bupati Tangerang, Mad Romli mencoblos.
Dari 417 pemilik hak suara, hanya 324 yang melakukan pencoblosan. 286 suara memilih pasangan Zaki Iskandar - Mad Romli dan 38 pemilik hak suara lainya memilih kotak kosong.
Tolib, ketua KPPS 01 Desa Parahu RT03/04 mengatakan berdasarkan jumlah pemilih tersebut, 20,9 persen pemilik hak suara tak hadir ke TPS atau 87 golput.
"Dari jumlah itu, 6 persen atau 38 hak suara milik kolom kosong, 286 milik Zaki Romli dan 87 tidak hadir. Dan enam suara tidak sah," ucap dia.
Saat dikonfirmasi, Arief tak ambil pusing dengan hasil perhitungan suara di sejumlah TPS tersebut. Dia mengklaim akan memenangi pertarungan melawan kotak kosong di Pilwalkot Tangerang.
Bahkan, dia mengaku telah berhasil meraih 86 persen suara dari total pemilih yang mencoblos. Kemenangan melawan kotak kosong, kata dia, adalah kemenangan masyarakat kota Tangerang.
"Alhamdulillah hari ini,kita semua bersama partai pengusung menjadi saksi sejarah demokrasi di Kota Tangerang. Insya Allah sampai saat ini 86 persen masyarakat Kota Tangerang mempercayakan kembali kepada kami," katanya.
Dari 86 persen perolehan suara yang diraih itu, terdiri dari 605 ribu suara yang berhasil diraih dalam ajang pesta demokrasi tersebut. Sementara 14 persen atau 101 ribu warga kota Tangerang mencoblos kotak kosong.
"Berarti ada sekitar 605 ribu suara yang kami raih, dan sebanyak 14 persen atau 101 ribu warga Kota Tangerang yang memilih Kota Kosong. Ini berdasarkan data yang masih terus berjalan yang dihimpun tim kami di lapangan," klaimnya.
Pencapaian 605 ribu suara itu, lanjut Arief, meningkat dua kali lipat dibanding ajang pemilihan keduanya pada tahun 2013 lalu yang hanya berhasil mendapat 340.810 suara. Setelah melawan 4 kandidat pasangan calon pada saat itu.
"Ini tentu kemenangan kita semua warga Tangerang dan akan menjadi penyemangat kami untuk lebih baik lagi dalam membangun Kota Tangerang. Kami ucapkan pula rasa sukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat kota Tangerang, tim sukses, simpatisan pendukung dan penyelenggara pemilu yang telah menjadikan pilkada kota Tangerang berjalan aman, damai dan lancar," tandasnya.