PKS: Kami lebih senang kalau Pak Chairul Tanjung perkuat oposisi

Nama Chairul disorongkan oleh Partai Demokrat. Pria yang karib disapa CT ini dinilai figur yang lengkap untuk maju sebagai cawapres.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
PKS: Kami lebih senang kalau Pak Chairul Tanjung perkuat oposisi
Chairul Tanjung dilantik jadi Menko Perekonomian. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Kondisi politik jelang Pilpres 2019 makin dinamis. Giliran nama pengusaha Chairul Tanjung masuk bursa cawapres di pertarungan politik terbesar Tanah Air tahun depan.

Nama Chairul disorongkan oleh Partai Demokrat. Pria yang karib disapa CT ini dinilai figur yang lengkap untuk maju sebagai cawapres.

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menyambut baik munculnya nama pemilik perusahaan CT Corp itu.

"Pak CT pengusaha pribumi yang sukses. Wajar jika dilirik untuk pimpinan nasional," kata Mardani saat dihubungi merdeka.com, Rabu (6/6).

Mardani menilai, CT sangat tepat muncul di tengah kebutuhan sosok ekonomi. Karena menurut dia, saat ini tantangan ke depan bangsa Indonesia adalah masalah ekonomi.

"Salah satu tantangan terbesar ke depan adalah masalah ekonomi," kata dia.

Oleh sebab itu, mantan Menko Ekonomi era SBY itu disebut bisa menjawab persoalan yang ada. "Welcome untuk Pak CT," tambah Mardani.

Tapi, Mardani belum mau berspekulasi, apakah sosok CT ini akan diterima oleh koalisi Prabowo Subianto sebagai cawapres. Terlebih, PKS sendiri ingin majukan kadernya mendampingi ketum Gerindra Prabowo.

Menurut dia, keputusan CT akan bergabung di koalisi Prabowo atau Jokowi, hal itu tergantung pada pemilik Transcorp tersebut.

"Kalau kemananya tergantung beliau. Memperkuat oposisi tentu lebih senang kami," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menilai CT adalah seorang pengusaha sukses. Pengalaman di bidang pemerintahan cukup baik saat menjadi Menko Perekonomian.

"Orang yang sangat berhasil di dunia usaha. Pernah jadi Menko Ekonomi, di akademisi juga bagus. Saya pikir sangat berpotensi juga jadi salah satu dalam pembahasan Capres dan Cawapres," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/6).

Dikajinya sejumlah mulai dikaitkan dengan upaya Demokrat membentuk poros ketiga. Syarief menyebut pembentukan poros ketiga masih dimungkinkan. Namun, terbentuknya poros ketiga tergantung apakah dukungan partai-partai mencapai syarat ambang batas pencalonan presiden 20 persen.

"Poros ketiga terbentuk menyangkut masalah presidential threshold. Di situ concern kita. Kita lihat saja nanti, koalisi yang terbentuk bagaimana yang sebelah kiri berapa partai dan sebelah kanan berapa partai," terangnya.

Rekomendasi