Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto. Pertemuan dilakukan di kediaman Airlangga, Jalan Widya Candra III, Jakarta.
Airlangga mengatakan, pertemuan dua pemimpin partai pendukung Presiden Jokowi tersebut adalah untuk membahas mekanisme kerja sama menghadapi pemilu. Namun, disinggung juga soal Pilpres 2019. Akan tetapi mengenai calon wakil presiden (cawapres) belum ada titik temu.
"Jadi itu juga (cawapres) dibahas, dan itu masih perlu pertemuan-pertemuan lanjutan, karena politik tak bisa diselesaikan dalam dua jam. Sehingga kita perlu penyamaan langkah-langkah politik ke depan," ucap Airlangga usai bertemu Cak Imin.
Airlangga mengaku Partai Golkar sangat menghormati keputusan Cak Imin yang ingin jadi cawapres Jokowi pada Pilpres 2019 nanti. Sebab, kata dia, sesama bagian dari partai koalisi pendukung Jokowi harus saling menghargai.
Namun, keputusan cawapres untuk mendampingi Jokowi harus melalui berbagai mekanisme. "Terkait mekanismenya itu ada waktu pembahasannya dan bagaimana mekanismenya," tutur dia.
Seluruh partai besar pendukung Presiden Jokowi seperti Golkar, PKB, Hanura, Nasdem dan yang lainnya, memiliki kesempatan sama untuk bisa mengajukan nama cawapres.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Airlangga Hartarto (@airlanggahartarto4.0) pada
Sementara itu, Cak Imin mengatakan bahwa keputusan final cawapres pendamping Jokowi masih menunggu perkembangan. Belum ada finalisasi dari partai pendukung Jokowi. "Saya kan sekarang mohon restu dari Pak Ketum (Airlangga). Ya kita saling mendoakan, kalau Pak Airlangga meminta didoakan, ya saya doakan juga," ucap Cak Imin.