Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani meyakini, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan tetap bersama koalisi partai pendukung pemerintah di Pemilu Serentak 2019. Spekulasi itu disampaikan usai kehadiran Sekjen PKB Abdul Kadir Karding dalam pertemuan sekjen partai pendukung pemerintah dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung siang tadi.
"Ya saya kira PKB itu tidak akan jauh, tidak akan kemana-mana, percaya itu," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/5).
Namun, Arsul menyebut pertemuan tersebut tidak membahas konsolidasi koalisi partai pendukung Joko Widodo atau konfigurasi Pemilu 2019. Koalisi partai pendukung Jokowi sepakat pembahasan soal Pemilu 2019 akan dibahas usai Pilkada.
"Kalau Pilpres, kan seperti yang sudah disampaikan juga termasuk oleh Pak Hasto, Pak Johnny Plate dan lain-lain. Itu pokoknya kita bicarakan setelah 27 Juni, gitu. Jadi nanti kita ketemu," terangnya.
Pertemuan tersebut, kata Arsul, hanya meminta data kepada Seskab terkait capaian kinerja pemerintah sejauh ini. Partai-partai pendukung Jokowi ingin membantu pemerintah meluruskan berbagai serangan isu negatif yang tidak sesuai kondisi objektif dari kubu oposisi.
"Kami lama-lama gerah juga kan, sudah saatnya partai koalisi untuk ikut menjelaskan posisi-posisi objektifnya, sehingga serangan yang membabi buta dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya itu bisa kemudian di atasi dan dikelola dengan baik," tegasnya.
Selain membantu menjawab isu-isu negatif yang digoreng kubu lawan Jokowi, Arsul tak membantah pertemuan itu juga bertujuan untuk menjaga kekompakan koalisi partai pendukung.
"Tentunya seperti itu," tandas Anggota Komisi III DPR ini.