Keinginan internal Golkar agar Airlangga jadi Cawapres Jokowi cukup kuat

Keinginan internal Golkar agar Airlangga jadi Cawapres Jokowi cukup kuat. Namun, kata Ace, DPP Golkar belum berencana membahas kemungkinan mengusung Airlangga menjadi cawapres Jokowi.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Keinginan internal Golkar agar Airlangga jadi Cawapres Jokowi cukup kuat
Jokowi dan Airlangga olahraga di Kebun Raya Bogor. ©2018 Merdeka.com/Supriatin

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan keinginan kader untuk mencalonkan Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai calon wakil presiden Joko Widodo sangat kuat. Dorongan itu akhirnya dibahas dalam rapat internal Dewan Pakar Partai Golkar pada Rabu (2/5) malam.

"Memang harus diakui aspirasi dan keinginan internal Partai Golkar agar Pak Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum untuk menjadi calon Wakil Presiden Pak Jokowi cukup kuat," kata Ace saat dihubungi merdeka.com, Kamis (3/5).

"Aspirasi tersebut disampaikan Dewan Pakar, Dewan Pembina dan Pengurus daerah sangat kuat ditunjukkan ke DPP Partai Golkar," sambungnya.

Namun, kata Ace, DPP Golkar belum berencana membahas kemungkinan mengusung Airlangga menjadi cawapres Jokowi. "Namun, hingga saat ini, DPP Partai Golkar belum membahas secara resmi tentang Cawapres ini," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo menegaskan partainya menyerahkan keputusan soal calon wakil presiden kepada Joko Widodo. Golkar tidak ingin memaksakan kadernya harus menjadi cawapres Jokowi.

"Seperti arahan ketum kepada kami bahwa kami menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Jokowi apakah akan memilih Golkar sebagai pasangan hidupnya untuk lima tahun ke depan atau partai lain atau tokoh lain," tegas Bambang.

Dewan Pakar Partai Golkar menyatakan dukungan terhadap Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai calon wakil presiden pendamping Joko Widodo sudah bulat.

"Mengusung langsung wakil presidennya yaitu ketua umum Golkar itu sendiri, yang sudah diusulkan dewan pakar, dewan pembina, dan dewan kehormatan," kata Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono.

Rekomendasi