Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengungkapkan, kekayaan Indonesia hanya dikuasai oleh segelintir orang saja. Dia mengutip informasi ini dari berbagai sumber, termasuk bank dunia. Prabowo juga menyindir maraknya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Indonesia.
"Sekarang ini rakyat tak merasa memiliki karena yang memiliki kekayaan ini hanya segelintir orang saja, dan ini bukan Prabowo yang ngomong, bank dunia dan segala macam. Bilang bahwa Indonesia sedang dalam posisi tidak adil," kata Prabowo usai menghadiri kegiatan di Istora Senaya, Selasa (1/4).
Prabowo mengatakan, saat ini rakyat golongan ekonomi ke bawah semakin susah. Salah satu penyebab yang diutarakan Prabowo, karena kekayaan hanya dikuasai segelintir orang. Selain itu, aset-aset vital juga sudah dikelola asing.
"Kita melihat kekayaan kita lari terus ke luar, kemudian aset-aset yang vital dan strategis dikuasai oleh kekuatan asing," ujar dia.
"Ya ini rakyat kita mau disuruh makan apa," dia menambahkan.
Bukan Anti Asing
Prabowo menegaskan, perkataan dirinya bukan anti terhadap asing. Ia hanya ingin pemerintah lebih memprioritaskan kepentingan rakyat dibandingkan asing
"Kita harus mengurus rakyat kita dulu. Rakyat kita harus bekerja yang layak, itu pekerjaan kita. Enggak neko-neko kok. Kalau buka pintu untuk tenaga kerja asing, nanti rakyat kita kerja apa," ungkap dia.
Yang seperti itu, lanjut Prabowo tidak dilakukan pemeritah. Ia justru melihat sekarang ini pemerintah Indonesia terlalu memanjakan kepentingan asing.
"Gak ada negara yang membuka pintu seperti kita," ujar dia.
"Coba dicek di Amerika saja mereka sudah mau bikin tembok, di Australia, mereka nangkep orang-orang masuk perbatasan ilegal, di Malaysia TKI ilegal kita dicambuk," dia menandaskan.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com