Partai Gerindra menyebut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan mantan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo berpeluang besar menjadi calon wakil presiden Prabowo Subianto. Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menilai munculnya nama-nama cawapres Prabowo menunjukkan tak ada calon tunggal di Pemilu Serentak 2019.
"Karena itu memastikan bahwa Pilpres tidak akan calon tunggal," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3).
Arsul mengatakan saat ini koalisi partai pendukung Joko Widodo tidak lagi membicarakan soal lawan Jokowi atau pun kemungkinan calon tunggal di Pemilu Serentak 2019.
Partai-partai pendukung Jokowi tengah fokus untuk mencegah terjadinya ujaran-ujaran kebencian dan isu-isu hoaks saat gelaran pesta demokrasi 5 tahunan di Indonesia itu.
"Concern kita itu adalah bagaimana tanggung jawab kita pilpres itu nanti tidak diwarnai ujaran kebencian. Artinya harus ada ikhtiar dari kita semua untuk meminimalisasi itu," tandas Arsul.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengatakan nama cawapres untuk Prabowo sudah mengerucut. Di dalamnya ada nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan mantan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo.
"Ada yang lain juga (selain Gatot-Anies) dan dari partai pengusung pasti juga ada nama-namanya," ujarnya.
Rencananya, Gerindra akan mendeklarasikan Prabowo sebagai capres dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 11 April mendatang. Rakornas itu hanya akan mendeklarasikan Prabowo, tidak dengan cawapresnya.