PDIP nilai Jokowi pakai kaus kuning karena menghargai Ketum Golkar

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Perreira menilai, Presiden Jokowi mengenakan kaus berwarna kuning saat olahraga bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai bentuk menghargai. Dia meyakini itu karena sosok Jokowi yang selalu menghargai para tamunya.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
PDIP nilai Jokowi pakai kaus kuning karena menghargai Ketum Golkar
Jokowi dan Airlangga olahraga di Kebun Raya Bogor. ©2018 Merdeka.com/Supriatin

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Perreira menilai, Presiden Jokowi mengenakan kaus berwarna kuning saat olahraga bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai bentuk menghargai. Dia meyakini itu karena sosok Jokowi yang selalu menghargai para tamunya.

"Ya saya kira Pak Jokowi dalam setiap saat setiap momen dia menghargai kan. Menghargai bertemu dengan siapa dia menghargai," kata Andreas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/3).

Andreas menolak berspekulasi pemakaian kaus kuning sebagai isyarat Airlangga bakal dipilih menjadi calon wakil presiden yang mendampingi Jokowi.

"Saya kira silakan saja kalau mau tafsirkan sebagai simbol. Tapi menurut saya itu bentuk penghargaan dari Pak Jokowi," tegasnya.

Disinggung nama Airlangga masuk dalam penjaringan cawapres di internal PDIP, Andreas menyebut partainya masih masih mengkaji kebutuhan Jokowi soal sosok cawapres.

"Makanya enggak bisa bicara nama. PDIP melakukan penjajakan dengan kita bicara dengan partai-partai yang lain semuanya," jelas Andreas.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berolahraga dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Sabtu (24/3). Dalam kegiatan itu Jokowi terlihat mengenakan kaus berwarna kuning yang selama ini identik dengan warna Partai Golkar.

Disinggung soal warna kaus yang dikenakan Kepala Negara, Airlangga enggan menginterpretasikannya sebagai sinyal dari Jokowi memberi posisi cawapres pada partai Golkar. Dia menyerahkan penilaian sepenuhnya pada masyarakat.

"Kalau itu silakan diterjemahkan sendiri," kata Airlangga.

Menurut Menteri Perindustrian ini, partainya belum memberikan rekomendasi apapun terkait penujukan sosok cawapres yang akan mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Namun, kata dia, sinyal Jokowi saat berbicara mengenai cawapres dengan Golkar selalu baik.

Rekomendasi