Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur semakin dekat. Masyarakat Jawa Timur diminta untuk tidak salah memilih pemimpin, karena kemajuan kota terbesar kedua di Indonesia ini tergantung kepada pilihan 33 juta pemilih di Jatim.
"Memilih pemimpin itu jangan berspekulasi, jangan melihat sosok yang seolah-olah baik," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP, Bambang DH, Minggu (25/3).
Bambang mengatakan, pimpinan yang paling baik adalah sosok yang mengenal Jawa Timur semakin dalam. Jika ada pemimpin yang mengetahui Jatim melalui jarak jauh, berarti pimpinan tersebut tidak mengetahui secara detail kondisi masyarakat Jatim. Namun, pimpinan tersebut seolah-olah mengetahui banyak Jawa Timur.
Dari kedua pasangan calon (Paslon), Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, sosok pemimpin yang mengetahui secara detail kondisi Jatim adalah Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Keponakan KH. Abdurrahman Wachid ini mendampingi Soekarwo, Gubernur Jatim selama 10 tahun.
Segala kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) diketahui dengan detail. Untuk itu, kebijakan-kebijakan yang dibuat akan berkelanjutan. "Makanya Gus Ipul membuat kebijakan yang berkelanjutan. Ini sangat bagus, Gus Ipul mengetahui secara detail persoalan-persoalan di seluruh wilayah Jatim," ujarnya.
Yang tidak kalah pentingnya, papar Bambang DH, Gus Ipul merupakan sosok pemimpin yang sangat sabar. Dia bersedia menahan keinginan untuk maju dalam persaingan pemilihan gubernur (Pilgub) demi komitmen yang dibangun dengan Pakde Karwo. Kesabaran Gus Ipul untuk tidak merebut panggung dalam persaingan pilgub sangat luar biasa, tidak semua wakil mampu bersabar seperti yang dimiliki Gus Ipul.
Apalagi, Gus Ipul merupakan pilihan kiai yang mengeluarkan rekomendasi untuk maju dalam pilgub. Gus Ipul didampingi calon wakilnya, Puti Guntur Soekarno untuk maju bersaing dengan Khofifah Indar Parawansa-Emil dardak. "Tidak banyak orang yang memiliki kesabaran seperti Gus Ipul. Dia tidak menuruti ambisinya untuk maju, padahal sebenarnya bisa. Untuk itu, saya berharap 33 juta pemilih di Jatim jangan salah pilih. Tentukan pilihan yang sudah teruji," jelas Bambang.
Mantan Wali Kota Surabaya ini yakin, kekuatan Gus Ipul akan terus mengalami peningkatan. Hal ini didorong dengan sifat-sifat Gus Ipul yang tidak diketahui orang banyak, tetapi akhirnya dimunculkan karena menghindari isu-isu yang tidak sedap. Bahkan, tim pemenangan Gus Ipul dari partai-partai juga mengalami peningkatan pada tataran konsolidasi.
"Saat ini partai pengusung semakin solid, relawan juga sudah berjalan sesuai dengan rel yang ada. Semua semakin padu," jelas dia.