Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil keliling demi mendapatkan simpati warga di Pilgub Jabar 2018. Salah satu tempat yagn dikunjungi yakni Cikarang, Kabupaten Bekasi. Di situ, pria yang akrab disapa Emil itu menghadiri acar NGemil di Debox Cafe, Cikarang, Rabu (28/2) malam kemarin.
Dalam kesempatan itu, para pemilih milenial meminta Emil untuk menandatangani casing telepon genggamnya. Dengan senang hati, Emil pun meladeni permintaan para pemuda tersebut.
Emil hadir di tengah-tengah kaum milenial dalam acara itu. Emil duduk bareng bersama mereka sambil mendengarkan curhatan.
"Biasanya orang minta tanda tangan di baju atau buku, tapi ini casing HP, saya juga kaget waktu mereka menyodorkan spidol dan meminta saya tanda tangan HP-nya," ucap Kang Emil sambil tertawa.
Eneng, pekerja, kawasan industri Cikarang, misalnya, dia curhat mengenai kecelakaan kerja yang masih banyak terjadi di pabrik-pabrik di Cikarang. Karena itu, dia meminta pemerintah tegas menerapkan K3 (Kesehatan, Keselamatan Kerja) karena masih ada perusahaan yang tidak memperhatikan keselamatan kerja.
Sementara Jessy Basuni, warga Cikarang berharap agar Kang Emil bisa membawa produk Jabar sampai ke luar negeri tidak hanya jago kandang. Yang lain, bertanya masalah infrastruktur yang belum merata di Kabupaten Bekasi hingga masalah kemacetan.
tanda tangan emil di HP ©2018 Merdeka.com/istimewa
Menjawab curhatan mereka, Emil menjawab bahwa masalah keselamatan kerja penting dan harus ditegakkan.
"Penerapan K3 di Bandung paling mantap, nanti penerapannya kalau ditakdirkan memimpin Jabar nanti saya bawa ke Bekasi agar tidak ada berita-berita menyedihkan tentang keselamatan kerja," ucap Emil disampaikan melalui siaran pers.
Soal produk Jabar, menurut Kang Emil, dia sudah memulainya dengan Little Bandung di Malaysia. Toko itu isinya produk terbaik asal Bandung. Dia berjanji akan bawa produk Jabar keluar negeri, packaging-nya harus keren.
"Contohnya saya pernah beli moci di Jepang, kemasannya bagus, isinya 6 harganya Rp 300 ribu, mahal. Saya datang ke Sukabumi, juga beli moci isinya banyak, rasanya enak, harganya murah karena bungkusnya biasa," kata Kang Emil.
Menurut dia, kuncinya untuk menaikkan harga adalah dengan mempercantik bungkusnya. "Terpikir rengginang kalau dibungkus bagus, akan saya bawa ke luar negeri. Tagline-nya Kalau Mau Senang, Makan Rengginang," ujar dia disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Pada acara itu, ada hal yang unik sebelum menerima doorstop dengan wartawan, Emil adu panco dulu dengan dua orang wartawan. "Alhamdulillah dua kali saya menang, ini membuktikkan bahwa pemimpin itu harus sehat," ujar Emil.
Hadir malam itu sekitar 800 orang dari 11 komunitas. Mereka antusias ingin bertemu dengan Emil, meskipun sempat hujan 30 menit, tapi acara tetap berlangsung. Sambil menunggu hujan, acara digelar lesehan di GOR yang bersebelahan dengan Debox Cafe. Begitu hujan reda, acara dilanjutkan di kafe yang berkonsep outdoor.