DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya, Jawa Timur kembali menjalani verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Menariknya, ditemukan ketidakcocokan data keanggotaan PDIP dari SIPOL (Sistem Informasi Partai Politik) dengan data dokumen yang didaftarkan partai berlambang kepala banteng itu. Seperti nama Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, tidak ada dalam daftar anggota partai yang dicetak KPU Kota Surabaya dari SIPOL milik KPU.
"Saya protes ini, kenapa nama saya tidak ada dalam dokumen KPU yang dicetak dari SIPOL. Padahal, dulu saat pendaftaran ke KPU, semua nama pengurus termasuk saya dan anggota PDIP, sesuai jumlah yang diperlukan," keluh Whisnu kepada petugas sekretariat KPU, di kantor DPC PDIP Kota Surabaya, Jalan Kapuas, Surabaya, Selasa (30/1).
Whisnu meminta petugas dari KPU Kota Surabaya mengecek ulang data SIPOL. Selain nama Whisnu, beberapa nama pengurus lain di tingkat kecamatan juga hilang. Salah satunya, Sekretaris PAC PDIP Karangpilang, Marsidik.
"Coba mbak, dibuka data SIPOL-nya. Saya meragukan keamanan data di SIPOL karena faktanya terjadi perubahan," kata Whisnu.
Namun, ketiga petugas dari KPU tidak bisa memenuhi. "Maaf Pak, kami tidak punya otoritas membuka data SIPOL. Kami hanya verifikasi sesuai data yang tercetak," kata salah satu petugas KPU.
Whisnu merasa tidak nyaman karena data dirinya hilang dari SIPOL. Padahal rencananya besok, dia dan sejumlah pengurus lain akan kembali menghadapi verifikasi faktual kepengurusan DPC PDIP Kota Surabaya.
Persoalan lain, dalam nomorisasi Kartu Tanda Anggota (KTA), ditemukan penambahan satu angka yakni angka 1 (satu) pada nomor KTA PDIP Surabaya yang dicetak dari SIPOL. Penambahan satu angka itu berbeda dari nomor faktual yang tertera dalam KTA PDIP.
Untuk mempercepat dan memperlancar verifikasi, akhirnya Whisnu meminta sekretariat PDIP untuk mencetak ulang KTA PDIP menyesuaikan dengan dokumen data yang tercetak dari SIPOL. "Dicetak ulang saja KTA-nya. Kita sesuaikan dengan data SIPOL, agar verifikasi cepat dan lancar," ujar Whisnu.
Verifikasi ini akan dilakukan dua kali. Hari ini adalah verifikasi keanggotaan partai oleh tim sekretariat KPU. Kemudian, Rabu (31) besok, akan dilakukan verifikasi faktual kepengurusan yang meliputi ketua, sekretaris, dan bendahara serta jumlah pengurus perempuan di DPC PDIP Kota Surabaya.