Setelah menyatakan dukungannya ke Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno Puti (Gus Ipul-Puti), Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin berharap keduanya dapat menerapkan ide dan gagasan para pendiri bangsa ini, dimulai dari Jawa Timur.
Saat dihubungi Senin (15/1), Wabup yang akrab disapa Mas Ipin ini melihat Gus Ipul dan Puti memiliki tanggung jawab secara historis. Seperti diketahui, Gus Ipul merupakan cicit langsung salah seorang Pendiri NU, Mbah KH Bisri Syansuri dan Mbak Puti sendiri merupakan cucu dari Bapak Proklamator Indonesia Soekarno (Bung Karno).
"Saya harap keduanya dapat membumikan gagasan para pendahulu Republik didalam era millenial saat ini. Karena beliau berdua lahir dekat dengan sejarah itu," ujar Mas Ipin.
Dengan beban historis itu, juga tentunya keduanya tidak lepas begitu saja, banyak hal yang perlu mereka kerjakan. Juga baik Gus Ipul dan Mbak Puti juga harus mau menerima saran dan kritik dari masyarakat Jawa Timur.
"Contoh, seandainya akan ada indikasi korupsi, tinggal kita bilang ‘Gus, Mbah Bisri mboten ngoten!’ atau "Mbak, Bung Besar tidak begitu!’," tambahnya.
Maka, lanjut dia, kesadaran akan warisan pendahulu dan kesadaran akan sejarah itulah yang diharapkan terus dibumikan oleh beliau berdua.
Sementara di dalam program-programnya, Mas Ipin berharap keduanya dapat menelurkan kebijaka-kebijakan yang pro-rakyat.
"Maka saya berharap khususnya di Trenggalek, provinsi bisa hadir melalui program yang berpihak kepada petani, nelayan, pelaku usaha mikro dan desa," tambahnya.
Mas Ipin juga mengusulkan, Gus Ipul dan Puti bisa fokus di dalam menangani disparitas pembangunan maupun kemiskinan, khususnya di Trenggalek. Dimulai dari membuka aksesibilitas untuk mengurangi ketimpangan antar wilayah. Infrastruktur kewilayahan perlu didorong.
"Serta saya berharap jika pusat sudah melakukan aset reform, GI-Mbak Puti bisa menerjemahkan itu menjadi akses reform, agar menjadi pengungkit kesejahteraan," pungkas dia.