Potret kemiskinan masyarakat Jawa Tengah sedang menjadi sorotan. Maklum, kini sedang ramai para tokoh politik ingin maju dalam pertarungan Pilgub Jawa Tengah 2018.Kinerja Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pun tak lepas dari serangan mereka yang ingin mengambil alih kekuasaan di provinsi yang beribu kota di Semarang tersebut. Ya, salah satu peluru untuk menembak sang incumbent yakni perihal kemiskinan di Jawa Tengah.Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mendaftar sebagai salah satu bakal calon wakil gubernur Jawa Tengah dari PDIP. Sigit pun menyoroti angka kemiskinan yang terjadi di Jawa Tengah selama kepemimpinan Ganjar Pranowo."Itu yang saya tergelitik. Di Jawa Tengah angka kemiskinan kalau nggak salah turunnya hanya 1 persen. Saya tidak bermaksud membandingkan. Tidak," kata Sigit di Kantor DPD PDIP Jateng, Rabu (9/8).
Wali kota Magelang daftar cawagub pdip ©2017 Merdeka.com/parwito
Sigit membanggakan capaiannya selama sepuluh tahun memimpin Magelang. Angka kemiskinan turun drastis, dari 15 menjadi tinggal 9 persen saja. Lagi-lagi, dia menyindir kinerja Ganjar.Seorang pemimpin yang ingin mengubah kondisi kemiskinan harus benar-benar turun ke lapangan. Seorang pemimpin harus mengerti apa yang dibutuhkan rakyat miskin. Pasalnya, setiap daerah mempunyai karakter daerah itu sendiri dan itu berbeda."Harus berani turun, rakyat yang paling dibutuhkan apa? Ke-skillannya itu tidak sama. Di Magelang, di Purwodadi, di Demak, Jepara nggak sama. Kita lihat langsung, kita rumuskan. Nah, kalau pemimpin tidak bergerak pada kemajuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat ngapain?" ungkapnya."Ini tidak untuk gagah-gagahan, tapi niat kita merumuskan. Kita analisis ya, SWOT, mana kelemahan, mana peluangnya. Kita setiap saat kita evaluasi sehingga kemajuan akan terus kita dapatkan. Itu pemimpin. Kita visi misi sudah jelas, tahapan sudah jelas. Setiap saat tri wulan dalam waktu tertentu kita evaluasi, masuk realisasinya. Jadi bapak-bapak, rekan media, pers dari 15 persen menjadi 9 persen. Jadi kita perumusannya sudah benar," ujarnya.Bupati Kudus, Musthofa yang juga hendak nyalon gubernur menyoroti kemiskinan di Jawa Tengah. Politikus PDIP ini membanggakan tingkat kemiskinan di Kudus yang terus menurut selama dirinya memimpin 10 tahun di kabupaten yang dikenal dengan produksi rokok kreteknya itu."Kalau berbicara tentang angka kemiskinan pada saat ini, saya rasa tidak elok. Kita sebagai berbhakti yang untuk melihat di tataran Nawa Cita. Yang terpenting pada kali ini, bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Kudus, Insya Allah angka kemiskinanya paling rendah di Kabupaten se-Jawa Tengah," terangnya.
Namun, Musthofa optimis jika untuk masa kepemimpinanya akhir tahun 2017 ini akan berkurang menjadi angka kemiskinanya terletak di poin ke-6 di Jawa Tengah."Pada kali ini, (angka kemiskinan di Kudus) hanya 7 poin 8. Dan Insya Allah pada tahun ini saya akan genjot sampai diangka 6 poin," pungkasnya.Kritik kepemimpinan Ganjar Pranowo juga datang dari Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono. Ferry menjadi salah satu kandidat bakal calon gubernur yang tengah dipertimbangkan oleh partainya, Gerindra."Saya merasa sebenarnya masyarakat Jateng membutuhkan gubernur baru, karena yang pertama kelihatannya masyarakat Jateng ini kan angka kemiskinan berada di atas rata-rata tingkat kemiskinan nasional," kata Ferry saat dihubungi merdeka.com, Selasa (1/8).
Advertisement
Dia mengatakan, banyak kelemahan Ganjar dalam memimpin Jawa Tengah. Dia juga menyebut, Ganjar terlalu sering mengambil kebijakan yang bertentangan dengan keinginan rakyat Jawa Tengah kebanyakan."Gubernur sekarang keliatan bisa dibilang kurang mampu menyelesaikan masalah yang ada di Jawa Tengah, bahkan dalam beberapa kasus, posisi berseberangan dengan rakyatnya, contoh masyarakat Kendeng, jadi saya rasa kita tidak bisa menghitung kekuatan partai tapi harus melihat sejauh mana rakyat punya kuasa memilih," jelas Ferry.