Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akui sekolah dapat menjadi celah masuknya paham-paham radikalisme. Menurutnya, celah tersebut berpotensi masuk dalam kegiatan keagamaan yang tidak termonitor oleh pihak sekolah.Dirinya mengimbau, agar kepala sekolah dan guru-guru memberi perhatian lebih pada masalah ini yang rentan mengincar anak-anak."Jadi setiap madrasah, sekolah, apapun jenjangnya, apakah dasar, menengah atau atas, khususnya para kepala sekolahnya harus lebih memberikan perhatian yang besar terkait kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh para siswa-siswinya di sekolah, jadi harus selalu monitoring," kata Lukman usai Halal Bihalal di Kantor Kementerian Agama, MH.Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (7/7).Menurutnya, antisipasi yang dapat dilakukan pihak sekolah adalah dengan memastikan pemandu kegiatan keagamaan memiliki wawasan keagamaan yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai religius itu sendiri."Para kepala sekolah, para guru harus mengetahui siapa yang menyampaikan ceramah keagamaan kepada siswa, apa latar belakang mereka, seberapa besar wawasan mereka dalam menyampaikan dakwah-dakwah keagamaan," imbuh kepada wartawan. Lukman menjelaskan, sudah ada kesepahaman antara pemerintah dan sekolah-sekolah untuk ikut mengawasi kegiatan keagamaan di sekolah, mengantisipasi penyebaran radikalisme."Saya berharap betul dan ini sudah menjadi kesepakatan kita bersama, para kepala sekolah, guru-guru harus memberikan perhatian yang lebih besar agar para siswa-siswi kita tidak mendapat ceramah yang justru bertentangan dengan ajaran agama itu," pungkasnya.
Cegah radikalisme, Menag minta guru awasi kegiatan keagamaan sekolah
Cegah radikalisme, Menag minta guru awasi kegiatan keagamaan sekolah. Menurutnya, antisipasi yang dapat dilakukan pihak sekolah adalah dengan memastikan pemandu kegiatan keagamaan memiliki wawasan keagamaan yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai religius itu sendiri.
Rekomendasi