Agus-Sylvi dinilai paling siap debat soal birokrasi & layanan publik

Para pasangan calon Pilgub DKI bakal melakukan debat kedua pada Jumat (27/1) besok. Adapun tema dalam nanti tentang reformasi birokrasi dan pelayanan publik, kemudian penataan kawasan perkotaan.

Angga Yudha Pratomo
Oleh Angga Yudha Pratomo - Reporter
Agus-Sylvi dinilai paling siap debat soal birokrasi & layanan publik
Kandidat debat Pilgub DKI. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Para pasangan calon Pilgub DKI bakal melakukan debat kedua pada Jumat (27/1) besok. Adapun tema dalam nanti tentangreformasi birokrasi dan pelayanan publik, kemudian penataan kawasan perkotaan.Masalah tentang birokrasi dianggap sebagai peluang bagi pasangan Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni. Pengamat politik Manilka Research and Consulting, Yudha P mengatakan, berdasarkan latar belakang kemampuan pasangan nomor urut 1 itu diyakini mampu menjelaskan mengenai tema debat."Menurut saya paslon nomor satu AHY-Slyvi akan paling siap untuk debat resmi kedua KPUD ini. Pengetahuannya tentang administrasi publik saat mengambil master di Harvard University, ditambah pengalaman birokrasi Sylvi selama 31 tahun di pemerintahan membuat paslon ini paling komplet dan sangat siap untuk debat kedua kali ini," kata Yudha dalam keterangannya diterima merdeka.com, Kamis (26/1).Menurut dia, Agus dan Sylviana akan lebih praktikal dan teknis dalam debat kedua. Terutama itu berdasarkan pelbagai masukan masyarakat pada saat blusukan di lapangan. Sehingga tidak menutup kemungkinan ada ide baru bakal dijabarkan pasangan ini."Usia yang relatif muda membuat dirinya lebih fresh dan terbuka dengan ide-ide baru. AHY-Sylvi akan paling siap menghadapi debat kali ini," jelasnya.Sementara itu, lanjut dia, untuk pasangan Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat akan secara natural mengandalkan pengalaman mereka di pemerintahan. Terutama untuk menjawab isu dalam tema debat.Hal serupa diperkirakan bakal diterapkan calon gubernur nomor urut 3, Anies Baswedan. Sebab Anies pernah memimpin lembaga kementerian dengan menerapkan pelbagai kebijakan baru."Ahok-Djarot dan Anies akan secara natural mengandalkan pengalaman mereka di pemerintahan untuk menjawab isu-isu berkenaan dengan reformasi birokrasi dan pelayanan publik serta pengelolaan kawasan perkotaan," ujarnya.Untuk jalannya debat, Yudha meyakini, penampilan seluruh pasangan calon itu lebih baik dibanding pertama. "Debat resmi KPUD yang kedua ini akan lebih terkonsolidasi. Masing-masing paslon akan lebih siap menerima pertanyaan baik dari KPUD maupun antar paslon," terangnya.

Sejumlah pihak sempat menilai gaya debat Agus terlalu menghafal saat menyampaikan visi dan misinya serta gagasannya dalam debat pertama terbuka, Jumat (13/1) lalu. Namun, Agus membantah bahwa gayanya hanya hafalan semata. "Itu adalah komentar orang yang merasa kalah dalam debat tadi malam," ujar Agus.Sindiran juga dilakukan kubu Anies Baswedan kepada Agus. Itu datang dari Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. Muzani menyebut Anies-Sandi tidak menjanjikan hal berlebihan seperti rumah apung, melainkan sesuatu dirasa masuk akal dan sesuai dengan kondisi masyarakat Jakarta."Kami tidak menjanjikan muluk-muluk terhadap masyarakat Jakarta. Kami hanya menjanjikan sesuatu yang realistis dan mampu dikerjakan," terang Muzani.

Rekomendasi