Setya Novanto yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar akan menduduki kembali posisi Ketua DPR menggantikan Ade Komarudin. Anggota DPR yang juga politikus muda Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengatakan sebaiknya usulan pergantian Ketua DPR itu dipertimbangkan lagi."Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar seharusnya tetap fokus melakukan konsolidasi internal dan membangun citra positif Golkar. Dengan memaksakan kembali menjadi Ketua DPR, hal itu akan memberikan citra negatif, baik buat Golkar maupun DPR RI, bahkan pribadi Setya Novanto sendiri," ungkap Ahmad Doli melalui pesan singkat, Jakarta, Selasa (29/11).Ahmad Doli punya alasan lain agar usulan pergatian itu dipertimbangkan, yakni Setnov sapaan akrab Setya Novanto pernah mengundurkan diri dari posisi Ketua DPR. Selain itu, kata dia, Setnov pernah menyatakan bila terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar maka dia akan mengundurkan diri dari anggota DPR."Kemudian Setnov juga telah membuat komitmen bahwa Ade Komarudin akan tetap menjadi Ketua DPR RI, saat Ade Komarudin mundur dari pencalonan dan memberikan dukungan kepada Setnov sebagai Ketua Umum Partai Golkar di Munas lalu," tambah Ahmad Doli."Berikutnya suasana kondusif harus terus tercipta agar institusi DPR dapat menjalankan fungsinya dengan baik, tanpa terus 'direcoki' dengan rebutan kursi secara terus menerus. Belum sampai setahun masak sudah dua kali 'terinterupsi' dengan isu gonta ganti pimpinan. Kewibawaan DPR juga harus dijaga sebagai lembaga tinggi negara," kata dia.Mantan Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) periode 2008-2011 ini menegaskan seharusnya Golkar dan partai-partai lain sadar, DPR adalah lembaga perwakilan rakyat dengan komitmen dan tujuan utamanya menjunjung tinggi kepentingan rakyat, bukan kepentingan-kepentingan partai politik."DPR itu kan bukan milik Golkar saja yang setiap saat kalau punya keinginan harus wajib diamini oleh partai lain. Dalam konteks ini seharusnya Golkar bersyukur sebagai partai pemenang kedua telah mendapat kepercayaan untuk memimpin DPR. Jadi jangan jumawa terhadap partai lain yang tentu juga harus dihargai keikhlasannya sejauh ini," pungkas dia.Seperti diketahui, Ketua DPR Ade Komarudin menerima keputusan DPP dan Dewan Pembina Golkar yang akan digantikan posisinya dengan Setya Novanto. Dia rela melepas jabatan Ketua DPR yang diembannya sejak Januari 2016 lalu.Setya Novanto dilantik menjadi Ketua DPR pada Oktober 2014. Namun, dia mengundurkan diri dari jabatannya setelah semua fraksi di Mahkamah Kehormatan Dewan menyatakan Setya Novanto melanggar etika terkait kasus dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam permintaan saham PT Freeport Indonesia. Saat itu, posisi ketua DPR diisi Ade Komarudin.Namun, pada 27 September 2016, MKD memutuskan memulihkan kembali nama Setya Novanto yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Kader Golkar minta usulan Setnov jadi Ketua DPR dipertimbangkan lagi
Kader Golkar minta usulan Setnov jadi Ketua DPR dipertimbangkan lagi. Anggota DPR yang juga politikus muda Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengatakan sebaiknya usulan pergantian Ketua DPR itu dipertimbangkan lagi. Setnov pernah menyatakan bila terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar maka dia akan mundur dari DPR.
Rekomendasi