Demokrat tak anggap lagi Ruhut bagian dari partai

Syarif Hasan sebut Demokrat tak anggap lagi Ruhut bagian dari partai. Syarief enggan berkomentar lebih jauh terkait polemik Ruhut Sitompul ini. Dia hanya mengatakan masyarakat sudah mengetahui sikap dan etika Ruhut Sitompul yang sudah berseberangan dengan Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Demokrat tak anggap lagi Ruhut bagian dari partai
Ruhut Sitompul diperiksa KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Komite Pengawas Partai Demokrat memastikan akan melakukan pemanggilan terhadap Ruhut Sitompul atas sikapnya yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI Jakarta. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan enggan mengomentari apa yang akan diputuskan oleh Komite Pengawas.Dia hanya menegaskan saat ini, partainya sudah tidak menganggap lagi sebagai bagian dari Partainya. "Intinya, Partai Demokrat ini sudah tidak menganggap lagi si Ruhut ini," kata Syarief melalui pesan singkatnya, Kamis (29/9). Syarief enggan berkomentar lebih jauh terkait polemik Ruhut Sitompul ini. Dia hanya mengatakan masyarakat sudah mengetahui sikap dan etika Ruhut Sitompul yang sudah berseberangan dengan Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. "Masyarakat bisa menilai bagaimana kepribadiannya dan perilakunya yang jauh dari Etika dan Kesopanan Partai Demokrat," ujarnya. Seperti diketahui, Ruhut keras kritik SBY dan para petinggi Demokrat. Dia menyayangkan bahwa karir cemerlang Agus harus terhenti di TNI. Menurut dia, ini akibat para pembisik SBY dan ambisi Demokrat ambil alih kekuasan di DKI."Agus itu anggota TNI cerdas, jenius, tapi sayang gara-gara ambisi partai dia maju di politik," ujar Ruhut kepada merdeka.com, Jumat (23/9)."Tapi aku enggak kebayang kalau Agus kalah dibunuh kariernya oleh partai yang aku banggakan," sambung anggota Komisi III ini.Sementara, Ketua Fraksi Demokrat di DPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) tegaskan, semua kader partai harusnya taat kepada keputusan partai mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.

Menanggapi imbauan Ibas, Ruhut tak segan menyerang balik ketua-nya di DPR itu. Ruhut menyebut permintaan Ibas agar dirinya mundur dari keanggotaan partai Demokrat bak seorang tukang parkir."Aku hanya bilang, dimana negara ini apalagi partai politik mau maju kalau cara berpikir tokohnya seperti tukang parkir. Karena hanya pekerjaan tukang parkir lah yang mengatakan mundur-mundur, kiri-kiri kanan, setop, gopek bang. Iya (Ibas) kayak tukang parkir," kata Ruhut saat dihubungi, Rabu (28/9).

Rekomendasi