Menebak makna 'semua kehendak Tuhan' yang diucapkan Risma

Menebak makna 'semua kehendak Tuhan' yang diucapkan Risma. Risma menjadi salah satu nama yang diyakini cukup kuat sebagai penantang Ahok di Pilgub DKI. Sayangnya, PDIP sendiri belum memberikan sikap resmi mendukung Risma atau tidak.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Menebak makna 'semua kehendak Tuhan' yang diucapkan Risma
Risma bertemu relawan Karisma. ©2016 Merdeka.com

Puluhan relawan Kami Mau Risma ke Jakarta (Karisma) datang ke Surabaya, Jawa Timur, menjemput Wali Kota Tri Rismaharini ke ibu kota, Senin (19/9). Tak cuma menjemput, Karisma juga merayu sekuat tenaga agar Risma bersedia melawan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017. Sayang, para relawan Karisma Jakarta yang dipimpin Yongky Jonata ini hanya mendapati jawaban bijak dari Risma."Sampaikan maaf saya ke seluruh warga Jakarta. Saya berterima kasih, tapi semuanya karena kehendak Tuhan," tegas Risma di hadapan para Karisma. Wanita berjilbab ini sangat menghargai apa yang dilakukan Karisma terhadap dirinya. Sebagai manusia biasa, dia memilih berpasrah pada kehendak Tuhan Yang Maha Esa."Saya tidak meragukan apapun yang bapak/ibu sekalian sampaikan. Cuma ini bukan sekadar maju. Tapi mampukah saya memenuhi keinginan seluruh warga Jakarta?" sambungnya."(Kemampuan memimpin Jakarta) itu yang selalu saya pikirkan. Saya tidak pernah menginginkan jabatan. Sebagai manusia, saya punya keterbatasan, tapi Tuhan yang memutuskan," tegasnya.

Reza, salah satu relawan Karisma menyampaikan keinginannya agar alumnus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya bersedia melawan Ahok yang dianggapnya sebagai sosok pemimpin zalim."Kami mohon Bu Risma mau maju jadi cagub DKI," pinta Reza disambut Risma dengan senyum. Sayang, apapun pertanyaan dan bagaimanapun cara merayu Risma agar bersedia berangkat ke Jakarta, jawabnya selalu dengan kalimat penuh tafsir: "Semua tergantung kehendak Tuhan."Apakah kalimat itu merupakan sinyal kesediaan Risma maju ke Pilgub DKI Jakarta atau tetap memimpin Kota Surabaya atas kehendak Tuhan?

Rekomendasi