H-2 pendaftaran Pilgub DKI, Risma bilang 'Tergantung kehendak Tuhan

H-2 pendaftaran Pilgub DKI, Risma bilang 'Tergantung kehendak Tuhan'. Saking tawaduknya Risma pada keyakinan itu, di hadapan puluhan relawan Karisma Jakarta yang ingin menjemputnya, dia mengatakan akan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. "Saya tidak menginginkan jabatan. Semua tergantung kehendak Tuhan".

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
H-2 pendaftaran Pilgub DKI, Risma bilang 'Tergantung kehendak Tuhan
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Keyakinan Wali Kota Surabaya Jawa Timur Tri Rismaharini belum goyah. Hingga hari ini (19/9), alumnus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini masih meyakini kehendak Tuhan terkait maju-tidaknya dia di Pilgub DKI Jakarta 2017. Padahal pendaftaran di KPU DKI Jakarta tinggal dua hari lagi yaitu Rabu 21 September.Saking tawadunya Risma pada keyakinan itu, di hadapan puluhan relawan Karisma Jakarta yang ingin menjemputnya, dia mengatakan akan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. "Saya tidak menginginkan jabatan. Semua tergantung kehendak Tuhan," tegas Risma di hadapan para relawan Karisma Jakarta di Balai Kota Surabaya. Bahkan saat ditanya soal rekomendasi DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang akan jatuh kepada dirinya, Risma menjawab enteng saja. "Saya akan menjawab saat rekom sudah turun. Semua itu kehendak Tuhan. Saya tak bisa menjawabnya," lagi-lagi Risma menyebut kehendak Tuhan. Wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini mencontohkan betapa kuatnya pengaruh Tuhan pada dirinya. Pernah suatu ketika, cerita Risma, dia melihat seorang pengemis tertidur di jalanan.Dia lewat depan si pengemis, lalu kembali dan menitipkan ke pemilik warung untuk memberi makan saat si pengemis sudah bangun. "Ini semua atas kehendak Tuhan. Kalau bukan atas kehendak Tuhan yang menggerakkan hati saya, mana mungkin saya kembali melihat si pengemis itu," katanya mencontohkan.Mendengar jawaban Risma ini, puluhan Karisma Jakarta yang datang ke Balai Kota Surabaya menyatakan, semakin kuat Risma menolak, maka makin kuat pula dorong membawa wali kota kelahiran Kediri ini ke Jakarta melawan bakal calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. "Dari Jakarta kami melawan gubernur dzolim. Untuk itu, kami datang untuk menjemput Wali Kota Tri Rismaharini untuk maju di Pilkada DKI Jakarta," kata Ketua Karisma Jakarta, Yongky Jonata. Bahkan, Yongki meyakinkan, jika Risma bersedia maju melawan Ahok, kemenangan 99 persen akan diraih. "Yang satu persen itu kehendak Tuhan," sahut Sekjen Karisma, Syaiful Amin. Sekadar tahu, puluhan Karisma Jakarta datang ke Surabaya dengan sembilan unit mobil. Mereka datang Minggu petang (18/9) kemarin. Mereka yang datang bertemu Risma di Surabaya di antaranya; Ketua Karisma Yongky Jonata, Sekjen Syaiful Amin, Bendahara Silma Azhar, Ketua NU Jakarta H Kasir dan relawan Karisma lainnya.

Rekomendasi