Ini alasan Ahok ogah jadi kader PDIP tetapi pilih Golkar & Gerindra

Pada tahun 1999, Ahok ngaku pernah ditawari jadi Caleg DPR RI wakil Belitung dari PDIP.

Muchlisa Choiriah
Oleh Muchlisa Choiriah - Reporter
Ini alasan Ahok ogah jadi kader PDIP tetapi pilih Golkar & Gerindra
Ahok sidak di Pulogebang. ©2016 merdeka.com/raynaldo

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja (Ahok) selalu menyatakan bahwa dirinya dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun Ahok mengaku selalu menolak diajak bergabung jadi kader PDIP."Saya dari dulu, pertama kali minta saya masuk parpol itu setelah PDIP ada lawan PDIP-nya Suryadi ya. Bang Taufik Kiemas telepon saya langsung, sekarang saksinya Gubernur Bangka Belitung Rustam Efendi. Dia telepon saya 'Hok dicari bang Rustam sama Taufik, minta kamu jadi ketua DPC Belitung Timur PDIP'. Terus aku jawab 'Duh engga deh, aku kan bukan orang partai, kita bisnis kok'. Jadi hubungan baik, tapi saya engga pernah pegang kartu," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (11/8).Setelah itu, pada tahun 1999, Ahok ngaku pernah ditawari jadi Caleg DPR RI wakil Belitung dari PDIP, karena sistemnya distrik. Namun waktu itu, Ahok mengaku tidak minat politik, dan sampai tahun 2004 ditawarin lagi, dan Ahok memilih pakai Partai Indonesia Baru (PIB)."2016 juga ada tawaran jadi kader PDIP. Ya saya kan selalu terbuka kapan pun diusung PDIP, tapi beliau (Megawati) sudah tahu kalau saya sudah tidak mau masuk partai lagi," jelasnya.Disinggung tak mau masuk PDIP, dan lebih memilih masuk partai Golkar maupun Gerindra, Ahok memaparkan alasannya. "Dulu kan permisi, waktu Golkar permisi, waktu PIB juga saya permisi, terus waktu Gerindra, orang Gerindra ngomong, masa dua-dua PDIP (Pilkada 2012) satu bagi kami dong. Saya juga permisi, yaudah lah pakai kartunya Gerindra," tutupnya.

Rekomendasi