Gugatan Djan Faridz ke pemerintah bisa jadi bumerang bagi PPP

Langkah politik yang diambil Djan Faridz malah memberikan ruang yang lebih besar untuk kehancuran PPP.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Gugatan Djan Faridz ke pemerintah bisa jadi bumerang bagi PPP
Djan Faridz. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam mengatakan sikap yang ditunjukan oleh Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta Djan Faridz membuat islah PPP menjadi tidak jelas lantaran mengugat pemerintah. Selain itu, bisa membahayakan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)."Ini bisa menjadi bumerang bagi PPP, yang tadinya sebagian mayoritas sudah berinisiatif dan menyepakati islah tetapi beliau (Djan Faridz) justru menarik diri dari proses islah ini dengan melakukan gugatan terhadap pemerintah," kata Usamah saat jumpa pers soal Islah PPP di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (20/3).Menurutnya, langkah politik yang diambil Djan Faridz malah memberikan ruang yang lebih besar untuk kehancuran partai berlambang kabah tersebut. "Implikasinya luar biasa, dengan gugatan itu dianggap main-main. Bahkan dia melayangkan gugatan. Yang digugat presiden. Sementara kita tahu implikasi hukumnya. Tidak mungkin pemerintah mengeluarkan SK Menkum HAM tanpa pertimbangan hukum, atau mengabaikan pertimbangan hukum Mahkamah Agung. Tidak mungkin," beber Usamah.Selain itu Usamah mengungkapkan, Parmusi bersikap tegas, Muktamar PPP harus segera dilakukan sehingga polemik di tubuh Partai Persatuan Pembangunan tidak meluas kemana-mana."Djan Faridz kalau sayang dengan PPP ya segera islah. Jangan ditunda-tunda seperti ini. Kita sebagai kader harus bersatu, jangan mementingkan ego pribadi," tandasnya.Dampak dari lambatnya islah, masih kata Usamah, disebabkan oleh sikap Djan Faridz yang belum mau mengatakan sepakat untuk damai. "Partai ini butuh kepastian. Agar bisa ikut Pilkada dan Pemilu. Ya makanya islah jalan keluarnya, baru kita lakukan Muktamar PPP," tegas Usamah.Usamah menekankan kepada dua kubu PPP yang bertikai agar sama-sama duduk bareng demi keselamatan partai. "Jangan egois lah. Kalau cinta partai ya duduk bareng, mari kita islah. Kan selesai urusan," tutupnya.

Rekomendasi