Desak UU Disabilitas disahkan, seniman disabilitas melukis di DPR

Ketua DPR menegaskan, pemerintah dan DPR RI saat ini sudah cukup sependapat soal draf RUU Penyandang Disabilitas‎.

Dieqy Hasbi Widhana
Oleh Dieqy Hasbi Widhana - Reporter
Desak UU Disabilitas disahkan, seniman disabilitas melukis di DPR
Seniman penyandang disabilitas. ©2016 Merdeka.com/Dieqy Hasbi Widhana

Demi peningkatan kesetaraan dan mendorong RUU Disabilitas segera diselesaikan, beberapa seniman penyandang disabilitas mengadakan pameran‎ dan live painting di DPR. Pameran ini diikuti oleh 6 pelukis anggota Association of Mounth and foot Painting Artis (AMPFA). Beberapa nama seniman tersebut ialah Faisal Rusdi, Muhammad Amanatullah, Salim Harama, Agus Yusuf, Maghrur Rodhi, Sayang Bangun. Ditambah dua pelukis di luar anggota AMFA yaitu Wibowo dan Totok. Menurut Ketua DPR, Ade Komarudin, pameran ini berkaitan dengan dukungan bagi kehidupan penyandang disabilitas. Pasalnya pemerintah dan DPR RI saat ini sudah cukup sependapat soal draf RUU Penyandang Disabilitas‎."Oleh karena itu, melalui kegiatan diskusi panel dan pameran lukisan disabilitas yang diprakarsai DPR, seperti tak henti-hentinya terus mendorong pemerintah untuk segera menindaklanjuti RUU Disabilitas yang diinisiasi DPR," kata Ade di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/3). Senada dengan Ade, Sekjen DPR Winantuningtyastiti menjelaskan bahwa RUU penyandang disabilitas ini adalah pengganti UU Nomor 4 tahun 1997 tentang penyandang cacat. Karena UU tersebut lebih berparadigma pada soal pelayanan dan belas kasih. "Sedangkan penyandang disabilitas berparadigma pemenuhan hak penyandang disabilitas, baik hak ekonomi, politik, sosial, maupun budaya," ucap Winantuningtyastiti. Dia berujar bahwa RUU disabilitas ini mengakomodir beberapa isu krusial yang selama ini menjadi masukan dari penyandang disabilitas. Seperti soal kuota ketenagakerjaan, konsensi, dan bab larangan serta sanksi bagi para pelanggar hak disabilitas. "Setelah menjadi RUU inisiatif DPR maka tahap selanjutnya adalah menanti langkah pemerintah untuk memberikan tanggapan berupa daftar inventarisasi masalah, sekaligus menunjuk kementerian terkait yang akan menjadi mitra pembahas," ujarnya. Winantuningtyastiti berharap agar pameran lukisan penyandang disabilitas ini menjadi bola salju yang akan menggelinding dengan dorongan yang semakin besar. Sehingga perjalanan RUU ini menjadi Undang-undang ‎yang dinanti para penyandang disabilitas bisa menjadi kenyataan dan lebih cepat terlaksana. Sedangkan Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai bahwa pameran ini merupakan pembuka cakrawala bagi publik. Menurutnya tak ada yang membatasi kiprah kaum disabilitas dalam berkarya. "Mereka dianggap tidak mungkin memiliki kemampuan produktif. Sayangnya, pemahaman itu tentu saja keliru. Pameran ini membuktikannya," ungkapnya.

Rekomendasi