Nonaktif dari MKD, Akbar Faizal sebut 'pertarungan dipindah ke luar

Akbar sebut loyalis Setya Novanto menjegalnya agar nonaktif dari MKD.

Dieqy Hasbi Widhana
Oleh Dieqy Hasbi Widhana - Reporter
Nonaktif dari MKD, Akbar Faizal sebut 'pertarungan dipindah ke luar
Akbar Faizal jenguk Anas. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Akbar Faizal geram dirinya didepak dari MKD menjelang keputusan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto. Menurut Akbar hal ini merupakan intervensi biar loyalis Novanto menang voting. ‎"Kelihatannya itu misalnya 9 banding 8 dalam voting. Kalau saya enggak ada berarti seri," ujar Akbar di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/12).Akbar kecewa berat, dia juga sudah melayangkan pengaduan balik ke MKD. Isinya antara lain menganggap seluruh perwakilan Golkar di MKD yaitu Ridwan Bae, Kahar Muzakir, dan Adies Kadir melanggar etik sebab hadiri konferensi pers Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan. Namun sayang, aduan itu tidak digubris oleh pimpinan DPR. "3 orang yang saya adukan tetap berada di dalam," tuturnya.‎Menurut Politikus Partai NasDem ini, upaya intervensi para loyalis Novanto keterlaluan. Langkah pengaruh keputusan MKD yang akan dirembug hari ini secara internal dari pimpinan DPR. Ketua Fraksi NasDem Viktor Bungtilu Laiksodat‎ tak diberitahu terkait keputusan sepihak ini. "Yang tanda tangan saudara Fahri Hamzah. Ketua Fraksi (NasDem) Viktor sudah mempertanyakan ini. Sengaja pertarungannya dipindahkan keluar. Izinkan saya masuk ke dalam. Saya akan minta sidang terbuka hasil putusan," pungkasnya.

Rekomendasi