Kusmaya tetap gunakan hak pilih meski mata tak lagi melihat

Partisipasi Kusmaya patut diapresiasi, walaupun keadaan fisiknya terbatas, namun dia tetap gunakan hak pilih.

Pangeran Aditya Perkasa
Kusmaya tetap gunakan hak pilih meski mata tak lagi melihat
Kusmaya gunakan pilih. ©2015 Merdeka.com

Sambil digandeng sang istri tercinta, Kusmaya Rosiadi (62) berjalan tergopoh-gopoh menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Komplek Baranangsiang Indah, Desa Gunung Leutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Walaupun sepasang matanya buta, dia tetap menyumbangkan hak pilihnya dalam Pilkada Kabupaten Bandung.Setelah menunggu selama lima menit, nama Kusmaya pun panggil oleh panitia agar menuju bilik suara. Istrinya, Imas Puroh (44) langsung menuntun suaminya. Sambil dipandu sang istri, Kusmaya lalu bergerak melangkah ke kotak suara untuk memasukkan lembar surat suara."Saya memang tidak bisa melihat, tapi saya juga harus tetap semangat. Sebagai warga Kabupaten Bandung, saya punya hak memilih pemimpin," kata Kusmaya usai mencoblos, Rabu (9/12/2015).Mata lelaki ini semula normal. Dia berkisah, kehilangan indera penglihatannya sejak 2005. "Jadi sudah sepuluh tahun ini mata saya enggak bisa melihat. Gelap. Saya buta ini karena faktor genetik. Saya ini 12 bersaudara, enam di antaranya sekarang menjadi tidak melihat," ujar Kusmaya yang kini aktif sebagai pembina pramuka di SD Baranangsiang.Sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT), partisipasi Kusmaya patut diapresiasi karena memberikan contoh teladan. Walaupun keadaan fisiknya terbatas, namun dia tetap menggunakan hak pilihnya."Pilkada ini harus sukses dan lancar. Siapapun yang menang nanti, semoga menjadi sosok pemimpin pro rakyat dan bisa sejahterakan warganya," jelas Kusmaya.

Rekomendasi