Aksi NasDem cari simpati warga di tengah kasus dugaan korupsi Sekjen

Aksi itu justru dinilai sebagai pengalihan kasus yang tengah menimpa mantan Sekjen NasDem tersebut.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Aksi NasDem cari simpati warga di tengah kasus dugaan korupsi Sekjen
Partai Nasdem. ©2012 Merdeka.com

Usai ditetapkannya Patrice Rio Capella sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menjadi rapor merah bagi Partai NasDem. Sebagai ketua umum partai, Surya Paloh bertugas membangun kembali citra positif NasDem di mata masyarakat.Berbagai aksi pun dilakukan oleh kader-kader NasDem dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi di Indonesia. Sayangnya, aksi itu justru dinilai sebagai pengalihan kasus yang tengah menimpa mantan Sekjen NasDem tersebut.Seperti pada kasus para anggota DPR menerima sejumlah tunjangan sesuai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016. NasDem justru menganggap anggota fraksinya tidak memerlukan tunjangan tersebut.Dengan aksi pengumpulan uang pecahan Rp 50.000 dengan total nominal Rp 600 juta lebih, partai dengan semboyan gerakan perubahan ini menyatakan diri menolak kenaikan tunjangan bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sekretaris Fraksi NasDem, Syarif Abdullah Alkadrie mengatakan uang tersebut berasal dari seluruh tunjungan anggota DPR yang menjadi anggota fraksinya."Uang ini sejumlah Rp 617.263.200. Ini dari 36 anggota Fraksi kami," kata Syarief di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/10).Menurutnya tiap anggota mendapat kenaikan tunjangan lebih kurang Rp 5 juta lebih, dan itu sudah diberikan sejak Juli sampai kemarin. Sehingga masing-masing anggota fraksi menyerahkan Rp 17 juta.Dengan penolakan ini, Fraksi Nasdem meminta agar Setjen DPR tak lagi mentransfer kenaikan tunjangan sampai berakhirnya masa keanggotaan.

Bukan hanya itu, aksi menarik simpati masyarakat pun secara terang-terangan dilakukan Surya Paloh dengan mendatangi kantor Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI). Langkah ini dinilai sebagai salah satu pemimpin partai yang bijak setelah Patrice Rio Capella sebagai tersangka oleh KPK.dalam kunjungan tersebut, Surya juga memboyong Ketua Fraksi NasDem di DPR Victor Bungtilo Laiskodat, dan Wakil Sekjen NasDem Willy Aditia. Saat memberikan sambutan, Surya menjelaskan dirinya mencoba bertukar pikiran, bahkan tak menutup kemungkinan menerima masukan juga saran dari LSM.Sebagai pimpinan Partai Nasdem, Surya merasa memiliki spirit dan tujuan yang sama yaitu membangun sistem demokrasi yang bermanfaat. Menurutnya, Nasdem lahir dengan semangat politik gagasan. Nasdem juga saat ini berusaha untuk mengembalikan persepsi publik yang belum baik ke arah yang lebih baik."Formappi merupakan lembaga swadaya yang sangat strategis. Kemudian ada buku kinerja 5 tahun. Nasdem sangat menghargai ini. Kenapa menghargai? Karena memang perlu diperkuat dan perlu dikritisi," kata Surya.Selain itu, sebagai wujud rasa prihatin terhadap musibah kebakaran hutan dan laha di beberapa wilayah di Indonesia, Partai NasDem mengirim 1.600 relawan medis bernama Gerakan Melawan Asap (GEMAS) yang akan bertugas selama dua bulan untuk memberi bantuan berupa obat-obatan dan medis.Surya menegaskan, kegiatan kemanusiaan ini merupakan bentuk solidaritas. Mereka akan disebar ke pelbagai provinsi terkena kabut asap, di antaranya Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah."Ini misi kemanusiaan membantu warga setanah air. Memberikan bantuan warga yang kena asap," kata Surya Paloh di kantor DPP Nasdem, Jakarta Pusat, Rabu (28/10).Dia menjelaskan, selama dua bulan relawan juga dilengkapi pelbagai peralatan meski terbatas. Meski begitu, pihaknya menekankan pentingnya semangat gotong royong untuk memulihkan kondisi wilayah terkena kabut asap.

Rekomendasi