Wapres JK diminta tak emosional merespons kritik Rizal Ramli

"Menghormati gagasan dan bukan mempersoalkan siapa yang menyampaikan, dan bagaimana cara gagasan itu."

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Wapres JK diminta tak emosional merespons kritik Rizal Ramli
Rizal Ramli-Jusuf Kalla. ©2015 Merdeka.com

Perang dingin terjadi antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Menko Kemaritiman Rizal Ramli. Tak tanggung-tanggung Rizal secara tegas menantang JK debat terbuka di depan publik.Pemicu ketegangan ini adalah proyek listrik 35.000 Mega Watt yang dicanangkan pemerintah. Rizal menilai itu merupakan proyek ambisius Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Dia pesimis megaproyek itu bisa berjalan.JK menegaskan agar setiap menteri harus memahami setiap perkara sebelum mengeluarkan pernyataan atau komentar. Manuver Rizal itu, kata JK juga sudah mendapat teguran keras dari Presiden Joko Widodo.Aktivis Komite Bangkit Indonesia Adhie M Massardi meminta JK sebagai pejabat paling senior tidak berlebihan menyikapi kritik dari anak buahnya. Seharusnya, kata Adhie, JK lebih bijaksana dalam menyikapi saran dan gagasan untuk perbaikan pemerintahan, dari mana pun datangnya. "Sehingga jadi teladan bagi anggota kabinet lainnya. Tidak malah menanggapinya secara emosional," kata Adhie kepada merdeka.com, Rabu (19/8).Menurut Adhie, JK seharusnya memelopori perubahan mental masyarakat apabila mendapat gagasan benar demi perubahan ke arah lebih baik. Dan sudah semestinya tidak mempersoalkan siapa yang menyampaikan masukan. "Gagasan kebenaran tetaplah gagasan kebenaran, meskipun disampaikan oleh Menko Kemaritiman dengan cara yang dianggap tidak lazim," kata mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid ini.Untuk itu dia mendorong agar para pejabat sampai ke tingkat presiden tidak alergi dengan kritikan dan gagasan yang membangun.

"Menghormati gagasan dan bukan mempersoalkan siapa yang menyampaikan, dan bagaimana cara gagasan itu dilontarkan. Pak Jusuf Kalla bisa menjadi pelopor perubahan mental itu," tandasnya.

Rekomendasi