Kepengurusan Partai Golkar versi Musyawarah Nasional Ancol, Jakarta, tetap menolak berdamai dengan kubu pimpinan Aburizal Bakrie atau kerap disapa Ical. Menurut salah satu pentolan Presidium Penyelamat Partai, Agun Gunanjar, jalan buat saling memaafkan sudah tertutup."Sebenarnya kami enggak mengenal istilah islah. Kalau bicara rekonsiliasi, islah itu gimana caranya? Kalau mau di rapat pleno sebagai argumentatif," kata Agun kepada awak media di Gedung Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin (8/12).Menurut Agun, peluang berdamai sebenarnya terbuka saat rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar beberapa waktu lalu. Tetapi menurut dia, kesempatan itu sudah disia-siakan lantaran tajamnya perbedaan pendapat."Berbagai hal silang pendapat soal munas di rapat pleno. Harusnya suara DPP satu," ujar Agun.Agun mengatakan, hari ini para penentang Ical juga akan mendaftarkan susunan kepengurusan Partai Golkar ke Kemenkumham. Dia pun optimis struktur Partai Golkar versi munas Ancol bakal diloloskan pemerintah."Sekarang kita laporkan soal penyelenggaraan termasuk susunan kepengurusan dan mungkin kelengkapannya kami sesuaikan," sambung Agun.
Golkar 'Ancol' sebut tak ada maaf untuk kubu Ical
Menurut Agun, peluang berdamai sebenarnya terbuka saat rapat pleno DPP Golkar, namun hal itu tak terjadi.
Rekomendasi