Hasto sebut keberanian Jokowi setara dengan Saddam Hussein

Jokowi diyakininya bisa membereskan mafia pajak.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Hasto sebut keberanian Jokowi setara dengan Saddam Hussein
Jokowi dengarkan keluhan warga. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Deputi Tim Transisi, Hasto Kristiyanto mengatakan, Presiden terpilih Joko Widodo memiliki konsep yang matang dalam hal pemerintahan dan pembangunan ekonomi ke depan.Hasto menyebut tiga hal yang menjadi sorotan sosok yang akrab disapa Jokowi tersebut. Yang pertama adalah potensi kebocoran dari sisi pajak."Kita melihat struktur pajak kita saja, dari APBN di kantor pajak ada 3 sistem yang harus dinetralisir. Saya bertemu dengan mafia pajak yang sudah tobat, ternyata wajib pajak itu dari potensi 60 juta (wajib pajak) itu baru 25 juta (pembayar pajak), dan dari 25 juta itu yang punya SPT aktif 8,5 juta," ucap Hasto di Kantor BPPT, Jakarta, Jumat (12/9).Hasto mengatakan, Jokowi akan melakukan penyehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan terlebih dahulu menutup potensi kebocoran di sektor pajak, salah satunya dengan cara menerapkan sistem pajak online."Ini adalah politik implementasi maka APBN inilah yang harus kita sehatkan dulu dengan alokasi distribusi anggaran. Sistem online pajak, sistemnya sudah ada hanya tinggal keberanian pemerintahan kita. Kita sudah menemukan potensi lost antara alokasi dan distribusi pajak sebesar Rp 300-an triliun di Medan, Surabaya dan Jakarta," papar Hasto.Problem kedua yang harus dibenahi dan membutuhkan keberanian adalah mengatasi mafia di sektor energi. "Problem kedua itu di bidang energi, kita gak tahu siapa kawan siapa lawan. Pak Jokowi sudah mengatakan menentang aktivitas mafia. Yang ketiga PNBP (pendapatan negara bukan pajak)," kata Hasto.Dengan beberapa perombakan sistem tersebut, diyakini Hasto, Jokowi akan membawa Indonesia ke posisi terbaru di jajaran negara-negara dunia, terlebih lagi apabila konsep-konsep tersebut dibawa ke ranah internasional."Pak Jokowi akan memperbarui posisi Indonesia di dunia setelah bertemu Putin, Obama dan lainnya dalam forum internasional," imbuh Hasto.Bahkan, keberanian Jokowi untuk merombak beberapa sistem, termasuk menentang aktivitas mafia, membutuh keberanian yang sangat besar. Hasto mensejajarkan keberanian Jokowi menentang mafia dengan keberanian Saddam Hussein. "Orang desa dengan keberanian sebesar Saddam Hussein," tutur Hasto.

Rekomendasi