Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) masih enggan membeberkan nama-nama yang akan menjadi menteri-menteri dan masuk mengisi jajaran kabinetnya. Jokowi mengaku baru mulai menyusun kabinet pada pertengahan September, nanti.Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi berpesan kepada Jokowi agar memilih menteri-menteri yang memiliki integritas dan keberpihakan terhadap rakyat."Kecakapan teknis saja tidak cukup. Harus juga memiliki kepemimpinan, integritas dan keberpihakan kepada rakyat yang jelas," kata Adhie di Jakarta, Senin (18/8).Menurut dia, kabinet mendatang harus diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan. Sebab, dalam situasi penuh ketidakpastian dan hilangnya nilai kejujuran di mata masyarakat, menjadi tidak mudah bagi presiden terpilih menentukan kriteria kandidat menteri."Rekam jejak saja juga belum jadi jaminan. Ingat Rudi Rubiandini dan beberapa tokoh berlatar aktivis dan akademis, setelah mendapat kekuasaan jadi korup, dan kini jadi pesakitan KPK," jelasnya.Oleh karena itu, Adhie menyarankan Jokowi agar melakukan rekruitment calon menteri-menteri seperti halnya yang dilakukan oleh Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)."Menurut saya cara Gus Dur melakukan rekrutmen anggota kabinet adalah cara paling benar untuk saat ini. Gus Dur memakai pola pelatih sepakbola Inggris. Memilih orang untuk jadi anggota kabinet berdasarkan karakter (keberpihakan) dan integritas," terang Adhie."Dari parpol atau bukan tidak jadi masalah. Dan kalau ternyata di lapangan kurang sesuai atau bermasalah, segera ditarik keluar untuk digantikan. Jadi presiden terpilih jangan terfokus pada cara berpikir orba, yang mengharapkan stabilitas (politik) dari susunan kabinet yang stabil," imbuh mantan juru bicara Presiden Gus Dur ini.
Jokowi diminta tiru cara unik Gus Dur pilih menteri
Gus Dur mengibaratkan memimpin kabinet seperti pelatih sepak bola. Tidak kaku dan dinamis.
Rekomendasi