Punya 12 dosa besar, Ical diminta mundur sebagai ketum Golkar

"Kursi Golkar mengalami penurunan dari 106 kursi malah menjadi 91 kursi di DPR," ujar Suhardiman.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Punya 12 dosa besar, Ical diminta mundur sebagai ketum Golkar
Pendiri Soksi Suhardiman. ©2014 Merdeka.com

Ketua Umum Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) menilai di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie (Ical), Partai Golkar mengalami kemunduran. Untuk itu, organisasi pendiri Partai Golkar ini meminta Ical segera mundur dari jabatannya sebagai ketua umum."Presidium Depinas Soksi meminta Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie untuk secara ikhlas (legowo) segera menyelenggarakan Munas Partai Golkar yang akan berakhir pada Oktober 2014 nanti," kata Pendiri Soksi Suhardiman, dikediamannya di Jalan Kramat Batu, nomor 1 Cipete, Jakarta Selatan, Minggu (3/8).Menurut Suhardiman, terdapat dua belas dosa besar Ical sehingga Golkar mengalami kemunduran. Salah satunya ketua umum Partai Golkar gagal menjadi calon presiden pada Pilpres 9 Juni lalu.Suhardiman mengatakan, gagalnya ketua umum Golkar maju menjadi calon presiden karena tak ada partai yang mau berkoalisi. Karena itu dia menganggap Ical seperti barang rongsokan yang tak laku dijual.Selanjutnya Ical dianggap gagal mencapai target perolehan suara 30 persen dalam Pileg 9 April lalu. "Pada Pemilu Legislatif lalu perolehan suara Golkar hanya 14,5 persen," kata Suhardiman.Selain itu, kata Suhardiman kegagalan Ical lainnya bisa dilihat dari gagalnya mempertahankan kursi Golkar di DPR RI. Di bawah kepemimpinan Ical, 15 kursi Golkar di DPR RI hilang. "Kursi Golkar mengalami penurunan dari 106 kursi malah menjadi 91 kursi di DPR," ujarnya.Suhardiman mengatakan, tak lakunya Ical dijual dengan menjadi Cawapres dengan berkoalisi dengan partai lain tak luput dari penilaian Soksi. Dalam hal ini, Soksi semakin yakin menilai jika Ical tak layak menjadi ketua umum Golkar."Belum lagi kebijakannya yang lebih bergabung dengan pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang malah kalah dalam pilpres lalu," pungkasnya.

Rekomendasi