Politikus senior Golkar, Andi Mattalatta mengritik kondisi Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Aburizal Bakrie (Ical). Menurutnya, kondisi Golkar saat ini paling parah dibanding sebelum-sebelumnya.
"Kondisinya parah karena Golkar gagal menang. Di tahun ini perolehan suaranya paling parah," kata mantan Menkum HAM ini di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jakarta, Selasa (15/7).
Dia menegaskan, pemilu 2014 berbeda dengan 2014. Di 2014, parpol nasional yang ikut pemilu hanya 12, sedangkan di 2009 38 parpol.
"Tapi kita hanya dapat 91 kursi parlemen. Padahal di 2009 saingannya 38 parpol, tapi kita dapat kursi 106. Sekarang juga gak ada tokoh nasional yang bertarung, di 2009 ada tokoh seperti SBY, tapi kita tetap dapat 106 kursi," katanya.
Dia mengatakan, Golkar sangat menghargai kemajemukan termasuk soal perbedaan pendapat. Karenanya, Ketua Umum Golkar harus bisa mengawalnya.
"Bukan dihadapkan pada pemimpin otriter, main pecat. Ada tiga kader muda Golkar yang sudah bekerja berdarah-darah dengan uang sendiri memeroleh kursi di dapilnya sendiri tapi dipecat. mestinya Golkar berterima kasih," katanya.
Hadir pula di tempat yang sama sejumlah tokoh-tokoh Golkar lainnya yakni; Suhardiman, Ginandjar Kartasasmita, Fahmi Idris, Yorrys Raweyai, Zainal Bintang, Rosdinal Salim, Lawren Siburian, dan Andi Sinulingga. Mereka melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Ketua Umum Aburizal Bakrie dan menegaskan bahwa Golkar akan mendukung pemerintahan yang terpilih.