Nasib langkah das des set set wuet Dahlan Iskan

"Komentarnya, ibarat dapat cokelat enak tapi cokelatnya sudah diambil orang. Kesempatannya sudah tutup," kata Dahlan.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
Nasib langkah das des set set wuet Dahlan Iskan
Dahlan Iskan ikuti konvensi demokrat. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Ketua Panitia Konvensi Partai Demokrat, Maftuh Basyuni mengumumkan hasil survei terhadap 11 peserta konvensi capres. Dahlan Iskan meraih posisi pertama dengan elektabilitas mencapai 17,5 persen.Namun dengan persentase tinggi ini tidak membawa dirinya serta merta menjadi calon presiden dari Partai Demokrat. Padahal, Dahlan semula percaya diri dengan langkah das des set set wuet-nya  bisa mendongkrak suara Demokrat.Memang benar Dahlan menang, tapi dinamika politik menyebabkan Partai Demokrat terpuruk tak bisa tertolong. Dia pun terpaksa pasrah meski telah memenangi konvensi karena suara partai yang begitu minim di pemilu legislatif lalu. Untuk lebih jelasnya, bagaimana nasib langkah das des set set wuet Dahlan Iskan setelah Demokrat mengumumkan hasil survei Konvensi Capres Demokrat.

Demokrat yang hingga kini belum memutuskan sikap terkait pilpres mempertimbangkan membentuk koalisi baru dengan Partai Golkar. Sultan sebagai kader Golkar kabarnya akan disandingkan dengan salah satu peserta konvensi yakni mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan bukan Dahlan Iskan .Hasil hitungan lembaga survei mengenai simulasi pasangan capres-cawapres, Sultan-Gita memiliki elektabilitas paling tinggi dibandingkan simulasi pasangan lain. Kubu Gita sendiri menyatakan kaget atas wacana itu dan sudah ikhlas dengan apapun hasil konvensi.Juru Bicara Komite Konvensi Rully Charis mengatakan pemenang konvensi belum tentu bakal diusung sebagai capres atau cawapres Partai Demokrat. Sebab, keputusan untuk mengusung mereka dalam bursa Pilpres mendatang berada di di tangan Majelis Tinggi."Domain majelis tinggi apakah dijadikan capres atau cawapres, atau tidak sama sekali, itu domain majelis tinggi terkait koalisi," kata Rully di Jakarta, Jumat (16/5).

Menteri BUMN, Dahlan Iskan senang bahwa dirinya memenangkan Konvensi Capres Partai Demokrat. Tetapi, kemenangan tersebut tidak dapat menghantarkan dia menjadi kontestan merebut posisi nomor satu di Indonesia."Komentarnya, ibaratnya dapat cokelat yang enak tapi cokelatnya sudah diambil orang. Kesempatannya sudah tutup, misalnya bahwa saya senang harus realistis, semakin sulit dan mustahil untuk jadi capres dan cawapres, kalau berharap itu tidak realistis," ujar Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (16/5).Menurut dia, meskipun Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencoba membentuk koalisi poros baru dengan Partai Golkar dianggap sudah mustahil karena kesempatan itu kecil terwujud. Soal kelanjutan nanti, dia menyerahkan semuanya ke partai."Itu urusan partai. Tapi semua orang yang berpikir sehat itu biasanya punya sikap realistis. Saya pengen tetap berpikir sehat. Orang berpikir sehat tapi tidak realistis itu kelihatan aneh dan lucu, kelihatan sumur yang cari-cari timba," jelasnya.

Selama proses konvensi berlangsung, nama Dahlan Iskan memang selalu berada di urutan teratas. Dalam kesempatan diskusi pada Rabu (14/5) kemarin, Dahlan menyatakan pesimis akan diusung sebagai capres dari Partai Demokrat meski dia unggul. Alasannya, dia pernah mengajukan mundur sebagai menteri namun ditolak oleh Presiden SBY. Padahal, mundur sebagai menteri merupakan salah satu syarat bagi kandidat capres/cawapres untuk mendaftar di KPU, seperti yang sudah dilakukan Menko Perekonomian Hatta Rajasa.Belakangan, nama Sultan Hamengku Buwono malah mencuat setelah Majelis Tinggi Partai Demokrat menerima masukan hasil survei yang mengungkapkan salah satu tokoh yang bisa bersaing dengan Prabowo dan Jokowi adalah Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Dahlan menolak jika konvensi ini merupakan langkah sia-sia yang diambil oleh partai berlambang Mercy tersebut. Partai sudah berupaya keras untuk menaikkan elektabilitas dan menang di Pileg walaupun hasilnya tidak memuaskan."Ya enggak lah, namanya usaha partai untuk menang dan punya capres sendiri. Saya minta maaf Partai Demokrat, saya tidak bisa menaikkan nama Partai Demokrat," ungkapnya.

Rekomendasi