Survei Median: Publik ingin Demokrat usung capres

"Ternyata sebanyak 65 persen publik setuju jika Partai Demokrat mengajukan capresnya sendiri."

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Survei Median: Publik ingin Demokrat usung capres
Debat peserta konvensi capres Demokrat. ©Rumgapres/Abror Rizki

Partai Demokrat masih belum memutuskan berkoalisi. Muncul wacana partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu akan membuat poros baru. Hasil survei Media Survei Nasional (Median) publik ingin Demokrat mengajukan capres sendiri.Menurut Direktur Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun, salah satu yang ditanyakan ke publik adalah apakah sebaiknya Partai Demokrat mengajukan calon presiden sendiri atau tidak? "Ternyata sebanyak 65 persen publik setuju jika Partai Demokrat mengajukan capresnya sendiri. Hanya 20 persen yang tidak setuju, dan sisanya 14,30 persen tidak tahu," ujar Rico dalam rilisnya kepada merdeka.com, Jumat (16/5).Selain itu, kata Rico, survei juga menguji pendapat publik terhadap bakal capres. Dari segi popularitas, survei telah menemukan bahwa dari keseluruhan peserta konvensi, Dahlan Iskan masih menduduki peringkat pertama. "Tiga besar masing-masing diduduki oleh Dahlan Iskan dengan persentase 55,4 persen, disusul Marzukie Alie sebesar 44,2 persen, Gita Wirjawan 37,5 persen," katanya."Sedangkan peringkat empat dan lima masing-masing diduduki oleh Pramono Edhie Wibowo 30,6 persen dan Anies Baswedan 23,1 persen," tambahnya.Survei dilakukan dalam rentang waktu 2–9 Mei 2014, melalui wawancara tatap muka kepada 1.200 responden dari 33 provinsi yang dipilih secara acak dengan teknik Multistage Random Sampling, dan margin of Error ± 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.Sebelumnya, Ketua Panitia Konvensi Partai Demokrat , Maftuh Basyuni mengumumkan hasil survei terhadap 11 peserta konvensi capres. Dahlan Iskan meraih posisi pertama dengan elektabilitas mencapai 17,5 persen, sedangkan posisi paling buncit ditempati Dino Patti Djalal dengan 0,1 persen."Survei ini dilakukan oleh tiga lembaga survei: yaitu Lembaga Survei Indonesia, Populis Center Miko dan Markplus Inside," ungkap Maftuh dalam keterangan persnya di DPP Partai Demokrat , Jakarta, Jumat (16/5).

Rekomendasi