Kecewa, Rhoma Irama tarik dukungan untuk PKB

"Mereka menilai (Rhoma) tidak efektif. Sementara masyarakat menilai itu effect Rhoma, tapi tidak dianggap," kata Rhoma.

Mohamad Taufik
Oleh Mohamad Taufik - Reporter
Kecewa, Rhoma Irama tarik dukungan untuk PKB
Muhaimin-Rhoma Irama. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Setelah PKB memutuskan berkoalisi dengan PDIP dan mendukung Joko Widodo (Jokowi) jadi capres, Rhoma Irama memutuskan menarik dukungannya untuk PKB. "Sebagaimana saya utarakan selama ini. Saya akan menarik dukungan dari PKB," ujarnya kepada merdeka.com, Minggu (11/5).Rhoma memberikan dua alasan penarikan itu. Pertama dia menghormati aspirasi masyarakat Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya, yang menganggap Jokowi tidak menepati janji."Jokowi semestinya menepati janji dan sumpahnya pada Allah, yang akan melaksanakan tugasnya selama 5 tahun," kata Rhoma.Kedua, dia melanjutkan, PKB tidak lagi mengakui Rhoma effect, sehingga tidak ada gunanya lagi mendukung PKB. "Mereka menilai (Rhoma) tidak efektif. Sementara masyarakat menilai itu effect Rhoma, tapi tidak dianggap," ujarnya.Setelah menarik dukungan terhadap PKB, Rhoma bakal melihat konstelasi politik selanjutnya, apakah ada partai lain meminta dukungan dirinya."Selanjutnya kita lihat, apakah ada partai lain yang meminta dukungan saya. Saya siap maju itu kan bila ada dukungan rakyat dan partai yang siap jadi kendaraan politik."Sebelumnya, PKB secara resmi telah mendeklarasikan berkoalisi dengan PDIP. Keputusan ini diambil di Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyiin, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (10/5)."Kami semua bulat dan sepakat mendukung Jokowi dan kami pilih sebagai capres PKB karena dia menawarkan model kepemimpinan egaliter yang tidak berjarak dengan rakyat," kata Muhaimin lewat keterangan tertulis, Sabtu (10/5).Menurut Muhaimin, saat ini pola kepemimpinan seperti itu sangat dibutuhkan rakyat. "Karena pembangunan di negeri ini butuh partisipasi rakyat yang bisa muncul, kalau tidak ada jarak lagi antara pemimpin dengan rakyatnya. Kami mengistilahkan dengan pembangunan bangsa lahir batin untuk Indonesia yang hebat," cetus Muhaimin.

Rekomendasi