Kau yang mulai kau yang mengakhiri
Kau yang berjanji kau yang mengingkariItulah penggalan lirik lagu 'Kegagalan Cinta' karya Rhoma Irama yang populer pada tahun 1980. Reffrain lagu dalam album 'Melodi Cinta' itu barangkali sama dengan apa yang dirasakan Rhoma sekarang, setelah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan resmi mendukung calon presiden Joko Widodo ( Jokowi ). Sebab, dukungan resmi kepada Jokowi itu otomatis membatalkan dukungan partai kaum nahdliyin itu terhadap Rhoma Irama sebagai capres. PKB memang yang memulai mendekati Rhoma, sampai kemudian mengakhirinya dengan beralih kepada Jokowi .Namun, Si Raja Dangdut ini bukan tidak bisa membaca sinyal-sinyal 'selingkuh' politik PKB. Berikut tanda-tanda 'kegagalan cinta' Rhoma Irama kepada PKB:
Advertisement
Sebelum PKB resmi mendukung Jokowi, Rhoma Irama pernah mengecam rencana partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu yang hendak berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Jika PKB benar-benar berkoalisi dengan partai yang mengusung Jokowi sebagai capres tersebut, Rhoma siap-siap tarik dukungan."Jika PKB berkoalisi dengan PDIP untuk mendukung Jokowi, jelas saya tidak sepakat. Saya tarik dukungan," kata Rhoma Irama di Palembang, Jumat (9/5).Sampai saat itu, Rhoma masih berharap, PKB tetap mengusungnya sebagai capres. Namun, apapun keputusan partai yang notabene Nahdlatul Ulama itu, ia mengaku pasrah."Sampai sekarang masih penjajakan koalisi. Saya sih harap bisa diusung. Tapi, kita ihat saja hasilnya nanti," kata Rhoma berharap.
Advertisement
Sebelum PKB resmi mendukung Jokowi, Rhoma Irama juga pernah menyatakan tidak setuju jika Gubernur DKI Jakarta itu mencalonkan diri sebagai capres pada pemilihan presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang. Sebab, Jokowi mengemban tugas untuk menyelesaikan semua persoalan Jakarta sebagai kepala daerah."Kita minta kepada Jokowi untuk menyelesaikan tugasnya dahulu sebagai Gubernur DKI Jakarta. Jangan dulu jadi presiden," ungkap Rhoma kepada wartawan saat tiba di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Jumat (9/5).
Advertisement
Sebelum PKB resmi mendukung Jokowi, Rhoma Irama pernah mengumbar jasanya terhadap partai kaum nahdliyin itu. Si Raja Dangdut mengklaim ikut membesarkan PKB yang mendapat 9,04 persen suara dan mengantarkan para calegnya ke Senayan."Saya sudah membesarkan PKB dan mengantarkan caleg ke Senayan," ujar Rhoma usai acara diskusi di Hotel JS Luansa, Jakarta Selatan, Senin (28/4).
Advertisement
Rhoma Irama mengancam akan mencabut dukungannya jika PKB tak memegang komitmen untuk mencalonkannya sebagai presiden. Namun hal itu tak langsung diucapkan oleh Rhoma Irama karena satria bergitar itu dilarang bertemu dengan wartawan oleh tim suksesnya yakni Rhoma Irama For Republik Indonesia (Riffori)."Haji Rhoma Irama sebetulnya mau datang (menemui wartawan di kantor Riffori), tapi kami (tim sukses) yang menghalangi untuk tidak datang," ucap salah satu tim sukses Rhoma, Habib Syehan Sihab di kantor Riffori, di Jakarta Timur, Sabtu (26/4)."Karena sebetulnya kami yang menggelontorkan, kami yang paksakan untuk H Rhoma maju karena kami sudah khawatir dengan nasib bangsa sekarang ini," sambung Habib Syehan.
Advertisement
Rhoma Irama For Republik Indonesia (Riffori), tim sukses Rhoma Irama juga ikut mengancam PKB jika tidak mencapreskan jagoannya. Ancaman ini disampaikan ketika langkah politik Muhaimin Iskandar cs mulai berbelok ke capres lain."Apabila PKB meninggalkan H Rhoma Irama dan tidak komit, kita akan bercerai," tegas Habib Syehan dari Riffori di markas Riffori, Jalan dewi Sartika, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (26/4)Meski demikian, kata Syehan, perceraian tersebut bisa berujung kepada rujukan apabila PKB kembali kepada komitmen awal yakni mengusung Rhoma sebagai capres. "Cerai dalam arti kata bisa rujuk kembali apabila partai memegang komitmen awal," tandasnya.