Tinggalkan Jakarta, nasionalisme Jokowi diragukan

"Capres punya kemampuan harus kita akui, tapi kelemahannya juga harus kita bongkar," kata Emrus Sihombing.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Tinggalkan Jakarta, nasionalisme Jokowi diragukan
Gubernur DKI Joko Widodo. ©2013 merdeka.com/agib tanjung

Belum selesai menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) sudah memutuskan untuk maju sebagai capres di Pilpres 2014. Hal ini dinilai bukan sikap nasionalisme, apalagi PDIP partai pengusung Jokowi selalu menjual nilai nasionalisme.Pakar soft skill dari UI Taufik Bahaudin mengatakan, ucapan seseorang yang keras tentang satu hal, belum tentu mencerminkan perbuatan dan tindakannya. Dia mencontohkan soal korupsi, banyak orang yang ingin korupsi diberantas, tapi nyatanya melakukan korupsi itu sendiri."Saya ingin mencoba menjelaskan bagaimana orang ini bisa menampilkan nasionalisme yang dia ucapkan dan muncul dalam perilaku, tindakan proses pengambilan keputusan," ujar dia dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (5/4).Selain itu, dia juga mencontohkan, bahwa seseorang yang punya rasa nasionalisme harusnya punya jiwa bertanggungjawab yang tinggi."Tangung jawab, seseorang tidak mungkin bicara nasionalisme kalau enggak punya tanggung jawab, komitmen janji, kalau ngomong kenceng tapi janji tidak dipenuhi," terang dia.

Rekomendasi