David Foster sebut Wiranto-Hary Tanoe seperti Obama & Joe Biden

"Kami tak mencari kekuasaan, yang kami cari otoritas, kewenangan supaya bisa ambil keputusan demi kemajuan Indonesia."

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
David Foster sebut Wiranto-Hary Tanoe seperti Obama & Joe Biden
Hary Tanoe bergabung ke Hanura. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Pasangan capres dan cawapres Partai Hanura Wiranto - Hary Tanoesoedibjo menghadiri konser bertajuk 'An Evening with David Foster and Friends' di Kota Kasablanka. Dalam acara ini hadir sejumlah pengusaha dan artis.Saat membuka acara, penyanyi asal Kanada David Foster menyampaikan kepada para tamu untuk memilih WIN-HT. Bahkan, Foster juga menyebut keduanya jika terpilih akan membawa Indonesia ke arah lebih baik. "Mari sambut Wiranto dan teman saya Hary Tanoe. Mereka seperti Obama dan Joe Biden," kata Foster dalam acara "Evening with David Foster and Friends" sekaligus "Temu dengan Kelompok Pengusaha" di Gala Hall, Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu, (29/3).Foster berkali-kali menyebutkan Wiranto sebagai figur yang baik. Sementara Hary Tanoe disebutnya sebagai temannya, yang punya pandangan bagus soal kemajuan suatu bangsa."Anda tadi dengar lagu 'what a wonderful world'. Dengar saya, jika kita pilih kedua orang ini di pilpres, yakinlah Indonesia akan selalu wonderful," kata David Foster disambut tepuk tangan penonton.Kemudian Wiranto bercerita soal dirinya dan HT memutuskan maju sebagai pasangan capres-cawapres karena berangkat dari keprihatinan soal kondisi negeri yang masih terpuruk. Wiranto juga memastikan bahwa dirinya dan HT adalah kombinasi calon pemimpin terbaik.

 

"Win-HT adalah model kepemimpinan baru, mewakili kelompok mayoritas dan minoritas, mewakili lintas etnis dan agama, mewakili sipil dan militer. Kami merasa bahwa kami harus berbuat untuk Indonesia," kata Wiranto yang disambut tepuk tangan hadirin.

 

Wiranto juga bercerita bahwa dirinya bisa saja menjadi presiden saat 1998 lalu, menjelang kejatuhan Soeharto . Sebab saat itu dirinya diberikan surat khusus oleh Soeharto yang mirip seperti Supersemar.

 

"Tapi saya berpikir, apa ada manfaatnya? Atau justru ini mudarat? Kalau saya ambil, pasti ada civil war, akan banyak korban, tatkala saya dorong militer melawan rakyat. Saya tegaskan saat itu saya takkan ambil alih, tapi justru mari mengarahkan Indonesia ke demokrasi," tuturnya.Sementara itu Hary Tanoe mengajak masyarakat untuk tidak Golput (Golongan Putih) pada pemilihan legislatif 9 April mendatang. Sebab, kata HT, Indonesia akan maju lantaran masyarakatnya berperan aktif dalam politik."Jangan Golput, jangan serakah. Hak kita untuk memilih. Jangan menunggu 5 tahun lagi karena Indonesia dipegang kita. Saya dan Pak Wiranto merasa saling melengkapi," kata HT.Bos MNC Group itu berharap pada pemilu tahun ini Indonesia dapat dipimpin orang yang bersih, peduli dan tegas. "Pilihlah pemimpin yang betul-betul bisa membawa Indonesia berubah jadi negara maju," ungkap dia."Kami pun berniat maju. Kami tidak mencari kekuasaan, yang kami cari otoritas, kewenangan. Kenapa? Supaya bisa mengambil keputusan dan kebijakan demi kemajuan Indonesia sebenarnya."Oleh karena itu, HT pun berkesimpulan selama mengelilingi Indonesia dirinya menilai masyarakat ingin dipimpin oleh sosok yang tegas. "Win-HT sudah keliling Indonesia. Harapan masyarakat ingin pemerintah tegas," tandasnya.

Rekomendasi