PBB tak menyesal dukung KarFat di Pilbup Bogor

"Itu kasusnya dia cuma dianggap sebagai orang yang menyebarkan. Jadi saya kira kita enggak mempermasalahkan," terangnya.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
PBB tak menyesal dukung KarFat di Pilbup Bogor
Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturahman. ©2013 Merdeka.com

Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor segera digelar bulan depan. Persaingan terkuat terjadi antara pasangan incumbent Rachmat Yasin dan Nurhayanti yang diusung oleh koalisi besar, dengan Karyawan Faturachman (KarFat) dan Adrian Arya Kusuma yang diusung oleh PDI Perjuangan (PDIP) dan PBB.Persaingan semakin seru ketika KarFat ditetapkan sebagai tersangka video porno oleh Polda Jawa Barat (Jabar). Namun, penetapan tersangka terhadap KarFat tak membuat PBB mundur untuk mengusung wakil bupati Bogor itu.Sekretaris Jendral (Sekjen) PBB, BM Wibowo mengatakan, sebetulnya saat memutuskan untuk mengusung pasangan KarFat dan Adrian, saat itu KarFat belum terbelit masalah hukum. Pihaknya melihat, pasangan ini memiliki potensi untuk menang meski melawan koalisi besar yang terdiri dari Demokrat, Golkar, PPP, NasDem, Hanura, PAN, Gerindra, PKPI. PKS, PKB."Itu memang sudah lama daftarnya (memutuskan koalisi). Kita waktu itu melihat pasangan ini Islam Nasionalis, Hijau merah. Itu dulu belum tersangka waktu itu," kata Wibowo saat dihubungi, Rabu (21/8).Kendati demikian, ia mengaku tak menyesal telah memutuskan untuk berkoalisi dengan PDIP. Dia menegaskan bahwa kasus itu sama sekali tidak dijadikan persoalan dalam koalisi. Sebab, dia yakin, KarFat bukan pelaku video porno dan tidak bersalah dalam kasus tersebut."Itu kasusnya dia cuma dianggap sebagai orang yang menyebarkan. Jadi saya kira kita enggak mempermasalahkan. Kecuali, dia pelakunya. Kalau soal dianggap sama orang lain, politis, kita enggak tahu," tegas dia.Wibowo bahkan menilai, kasus yang membelit KarFat cermin dari ketidak adilan dalam Pilbup Bogor. Meski begitu, dia tetap bekerja untuk memenangkan pasangan itu. "Iya memang yang namanya masalah politik bisa terjadi seperti itu. Semakin kelihatan tidak bagus. Sebagai caleg pengusung, PBB tidak mempermasalahkan," tuturnya.Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo enggan mengomentari kasus yang membelit kadernya itu. Bahkan dia mengaku tak tahu soal kasus tersebut. "Saya baru dengar, jadi belum bisa komentar," terangnya.

Rekomendasi