Dari pada beli baru, biar irit Ganjar diminta pakai mobil bekas

Kalau pengadaan baru, meski murah, itu sama saja dengan pemborosan. Mending pakai bekas tapi kondisinya yang masih baik.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Dari pada beli baru, biar irit Ganjar diminta pakai mobil bekas
Ganjar Pranowo berkunjung . ©2013merdeka.com/m. luthfi rahman

Meski hanya Kijang Innova, tetaplah merupakan pengadaan baru yang berarti bagi Pemprov Jateng harus mengeluarkan uang. Maka, akan lebih hemat jika gubernur baru tidak usah mendapat mobil baru, tetapi memakai mobil dinas bekas gubernur sebelumnya.Pengamat Politik Universitas Diponegoro Hasyim Asyari mengatakan, pilihan calon gubernur terpilih Ganjar Pranowo untuk memakai mobil murah patut diapresiasi. Hal itu merupakan bagian dari pelaksanaan reformasi birokrasi."Birokrasi yang dicitrakan mewah dan korup harus dikikis. Maka efisiensi dan efektif harus diutamakan," katanya saat dihubungi Jumat (5/7).Meski demikian, pengeluaran akan lebih bisa ditekan jika Ganjar bersedia menggunakan mobil bekas Gubernur Bibit Waluyo. Sebab, jika Ganjar hanya ingin memakai Kijang, itu berarti Pemprov harus melakukan pengadaan mobil baru tidak hanya satu untuk gubernur saja, tapi juga untuk pejabat lainnya."Misalnya gubernur memakai Innova, maka kepala dinas dan pejabat lain harus memakai mobil yang speknya lebih rendah. sedangkan mobil dinas mereka sekarang bagus-bagus, jadi mau tidak mau harus pengadaan lagi dalam jumlah banyak. Sama saja pemborosan," kata Hasyim yang juga mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng itu.Wacana mobil dinas mencuat setelah Pemprov Jateng mengalokasikan anggaran Rp 6,7 miliar untuk pembelian mobil dinas pada APBD 2013. Jenis mobil dinas yang akan diberikan pada pucuk pimpinan Pemprov tersebut sama dengan fasilitas gubernur dan wakil gubernur saat ini. Tak hanya untuk kepala daerah, para istri gubernur dan wakil gubernur baru juga akan mendapat fasilitas mobil dinas.Saat ini Bibit Waluyo menggunakan dua mobil dinas, yakni Toyota Crown Royal Saloon seharga Rp 1,2 miliar dan Toyota Land Cruiser senilai Rp 1,5 miliar. Sedangkan Rustriningsih menggunakan Toyota Camry seharga Rp 520 juta dan Kijang Innova. Mobil-mobil tersebut merupakan pengadaan pada November 2008 menggunakan dana APBD Perubahan 2008. Namun Ganjar menolak dibelikan mobil mahal. Ia memilih menggunakan Toyota Kijang Innova untuk transportasi dinasnya. Alasannya, selain harganya lebih murah, bahan bakarnya juga lebih irit. Sebagai ilustrasi, harga Innova seri terbaru, Grand New Innova Diesel 2,5 Seri V Automatic, "hanya" sekitar Rp 314 juta.Ganjar yang baru pulang dari ibadah umrah itu mengaku memilih pengadaan mobil baru Kijang karena mendapat informasi bahwa mobil gubernur yang lama merupakan hasil sewa dan telah habis masa kontraknya. Dengan demikian, menurut pemahamannya, saat ini Pemprov tidak punya mobil dinas gubernur.Mengingat rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan bahwa pengadaan dengan sistem sewa lebih boros, maka ia mengusulkan pembelian mobil baru. "Tapi belinya yang murah saja, saya pakai Kijang sudah nyaman," katanya.Tapi jika mobil gubernur lama bukan dari sewa tapi milik Pemprov Jateng, menurut Ganjar tidak usah ada pengadaan mobil baru lagi. Politikus PDI Perjuangan itu mengaku tidak masalah memakai mobil bekas.Menurut dia, meski mobil dinas gubernur itu telah berusia lebih dari lima tahun, dia yakin kondisinya masih sangat bagus. "Namanya mobil gubernur pasti perawatannya istimewa. Kalau begitu saya pakai mobil bekas saja, daripada beli lagi," katanya.Disinggung soal mobil untuk istri, Ganjar terang-terangan menolak. Menurut dia, istri bukanlah pejabat jadi tidak berhak mendapat fasilitas mobil. "Nanti isteri pinjam mobilnya suami saja," terangnya.

Rekomendasi