Tidak hanya elite Partai Demokrat yang meminta agar sikap pembangkangan PKS terhadap koalisi ditindak tegas. Partai anggota koalisi lainnya pun meminta dan mendesak agar ketua Sekretariat Gabungan (Setgab) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera memecat PKS dari koalisi.Menanggapi hal itu, Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq mengatakan, para partai politik anggota koalisi yang mendesak agar PKS keluar dari koalisi merupakan partai yang punya kepentingan di balik desakan itu. Dia menyebut, partai yang ingin PKS keluar koalisi ingin merebut kursi tiga menteri yang dimiliki PKS di kabinet."Desakan partai lain khususnya di koalisi itu kan bukan hanya terjadi di paripurna kenaikan BBM. Sebelum itu sudah muncul desakan. Wajarlah mungkin mereka punya kepentingan politik. Mereka punya kesempatan mengisi kursi itu," jelas Mahfudz di Gedung DPR, Jakarta, Senin (24/6).Ketua Komisi I DPR ini menilai, sudah seharusnya partai koalisi tidak berkomentar apapun soal nasib PKS di koalisi. Sebab, PKS menjalani kontrak politik dengan Presiden SBY. "Partai politik koalisi lain paham lah. Mestinya kalau paham harusnya enggak perlu komentar dan mendorong keluar," imbuhnya.Namun pada kenyataannya, banyak desakan yang menginginkan agar PKS keluar dari koalisi. Sehingga dia menyebut bahwa partai tersebut punya syahwat politik yang tak bisa dibendung lagi. "Kalau masih ya syahwat politik mereka enggak bisa dibendung lagi. Ini nyata terlihat," tandasnya.Sebelumnya, sikap PKS yang melawan arus kebijakan Pemerintah SBY yang didukung partai koalisi lain sempat mengundang reaksi dari partai koalisi dalam sekretariat gabungan. Sekretaris Dewan Pakar PPP Ahmad Yani bahkan menilai baik SBY maupun PKS sama-sama tak memiliki keberanian."Kalau kata Hanta Yuda (pengamat politik), dua-duanya kayak macan ompong, SBY dan PKS enggak ada yang mau keluarin. Jadinya seperti Tom and Jerry. Harusnya keluarkan saja," kata Yani yang juga anggota Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (13/6).Yani memprediksi, SBY tak akan berani memecat PKS dari Setgab Koalisi. Pertimbangannya, karena keduanya saling membutuhkan. "Makanya PKS ini tidak mungkin dia keluar karena dibutuhkan. Dan Presiden juga enggak akan," ungkapnya.
PKS tuding partai koalisi lain ingin rebut tiga kursi menterinya
"Wajarlah, mungkin mereka punya kepentingan politik. Mereka punya kesempatan mengisi kursi itu," kata Mahfudz.
Rekomendasi