Sekitar 160 pengungsi Syiah Sampang, Madura, Jawa Timur, harus meninggalkan GOR Sampang yang telah lama mereka tempati sebagai tempat pengungsian sejak kerusuhan beberapa waktu lalu. Sekitar 900 personel Polda Jatim mengawal kepindahan mereka ke tempat pengungsian baru yaitu di Puspa Agro Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Jawa Timur.Ketua DPR Marzuki Alie menilai kepindahan warga Syiah tersebut demi kebaikan mereka sendiri. Dia pun menegaskan warga tersebut bukan diusir, tapi direlokasi."Tidak ada yang diusir. Masalah Sampang saya sudah berbicara dengan Kapolda Jatim, Gubernur Jatim, Pimpinan DPRD Jatim dan saya juga sudah mendengarkan dari komisi VIII tentang kejadian itu. Saya juga mengundang Menteri Agama serta Nahdhatul Ulama," kata Marzuki di Gedung DPR, Kamis (20/6).Marzukie menjelaskan akar permasalahan dari kasus itu bukan pada perselisihan antara Syiah dan Sunni. Tapi hanya perselisihan dua keluarga yang berkembang menjadi permasalahan kelompok."Di madura hal-hal itu yang sukar untuk di rekonsiliasikan, dikit-dikit carok. Makanya di tempatkan di Gor," ujarnya.Namun, jika terus menerus seluruh warga ditempatkan di GOR maka akan semakin tidak manusiawi karena banyak anak-anak tidak sekolah, ada pasangan suami istri dan lain sebagainya."Ini bukan ngusir, biar tidak terjadi konflik. Di Gor itu juga melanggar HAM makanya direlokasi biar tidak melanggar HAM," imbuhnya.
DPR : Warga Syiah Sampang bukan diusir, tapi direlokasi
"Di madura hal-hal itu yang sukar untuk didamaikan, dikit-dikit carok. Makanya dipindah," kata Marzuki.
Rekomendasi