Para menteri absen rapat kerusuhan KJRI Jeddah, DPR marah

Anggota DPR mengkritik sikap pemerintah yang seolah tak menghargai Komisi IX.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Para menteri absen rapat kerusuhan KJRI Jeddah, DPR marah
Gedung DPR. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning marah gara-gara para menteri tak ada yang hadir di rapat kerja gabungan membahas kerusuhan di Kantor Konsulat Jenderal (KJRI) Jeddah, Arab Saudi, yang berujung tewasnya TKI Marwah binti Hasan."Biar mereka sedikit menghargai. Bukan DPR yang selalu dihujat. Kalau mereka cerdas peduli, ini DPR bukan (datang) kalau minta anggaran saja. Soal ini prioritas. Kalau anggaran, mereka datang terus. Kadang setengah jam sebelum rapat, mereka sudah duduk-duduk di depan," kata Ribka di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (13/6).Menurut Ribka, kerusuhan di KJRI merupakan permasalahan mendesak dan perlu penyelesaian secepatnya. Hal itu juga sebagai wujud tanggung jawab pemerintah kepada para pejuang devisa negara ini.Seharusnya, dia melanjutkan, momentum saat ini sebagai upaya untuk membuktikan peran pemerintah, bukan malah menyalahkan para TKI. "Ini terkait kebijakan menteri. Judul rapat raker. Kita bosan, lama-lama menteri dipanggil DPR selalu kirim wakilnya," terangnya.Selain Ribka, politikus Partai Hanura Jamal Azis juga marah. Dia mengkritik sikap pemerintah yang seolah tak menghargai Komisi IX DPR. Karena yang datang cuma perwakilan dari para menteri, seluruh anggota Komisi IX DPR sepakat menunda rapat tersebut. "rapat diundur Selasa tanggal 18 Juni," kata Ribka.Dari absensi rapat, perwakilan para menteri yang datang adalah Sekjen Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muchtar Luthfie, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Anggito Abimanyu, Staf Ahli Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Suprapto Martosetomo, Sekjen Kemenlu Budi Bowoleksono, dan Ditjen Migrasi Lilik Bambang.

Rekomendasi