SBY bukan cuma gagal tapi merugikan negara

Rakyat tidak bodoh dan dapat melihat pencitraan demi pencitraan yang dilakukan oleh SBY.

Muhammad Mirza Harera
Oleh Muhammad Mirza Harera - Reporter
SBY bukan cuma gagal tapi merugikan negara
Presiden SBY. rumgapres/abror rizki

Lembaga Survei Nasional (LSN) mengeluarkan hasil survei tentang pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono . Mayoritas publik menilai kinerja pemerintahan SBY cenderung stagnan alias mandek dan tidak menghasilkan apa-apa.Pengamat politik dari Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) Adhie Massardi mengatakan, Presiden SBY bukan cuma tidak menghasilkan apapun selama menjabat tapi juga membuat negara rugi dengan beberapa kebijakan yang diambil." SBY ini sebenarnya hanya mempunyai cita-cita menjadi presiden, jadi dia itu tidak ada niat untuk mensejahterakan rakyat," kata Adhie kepada merdeka.com, Senin (3/6).Mantan juru bicara Gusdur ini menilai, hampir semua kebijakan yang diambil oleh SBY hanya untuk mempertahankan posisinya sebagai presiden agar terlihat bagus di mata masyarakat. Namun di satu sisi, rakyat tidak bodoh dan dapat melihat pencitraan demi pencitraan yang dilakukan oleh SBY ."Soal keberhasilan ekonomi, itu hanya dirasakan oleh beberapa kalangan saja seperti para pengusaha asing yang mengeruk sumber daya kita. Kalau rakyat di tanya merasakan atau tidak pasti jawabnya tidak," ujarnya.Adhie pun mengomentari pandangan dunia internasional yang menganugerahi SBY dengan berbagai macam penghargaan. Menurutnya, hal itu hanya sebuah lobi staff kepresidenan kepada lembaga tersebut untuk membuat seolah-oleh SBY berhasil dalam menjalankan roda pemerintahan."Saya rasa penghargaan itu ada kompensasinya. SBY akan mempermudah pihak asing untuk menggerus lebih banyak kekayaan yang kita miliki," imbuhnya.Kegagalan SBY yang paling parah adalah, lanjutnya, SBY tersandera dalam kasus bailout Bank Century. Adhie menilai para partai politik sebenarnya bisa mengungkap siapa di balik kasus yang merugikan negara ratusan miliar tersebut."Karena politik penyanderaan ini para parpol lain merasa bebas untuk korupsi. Jadi karena politik penyanderaan ini SBY tidak menghasilkan apa-apa, sementara Indonesia terus merugi karena banyak koruptor," tutupnya.Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Eksekutif LSN, Umar S Bakry menjabarkan, mayoritas responden 49,2 persen, menilai kondisi negara Indonesia selama periode kedua pemerintahan SBY 'sama saja' atau tidak mengalami perubahan signifikan dibanding dengan kondisi periode lima tahun sebelumnya. Bahkan 30,2 persen menilai kondisi negara sudah 'semakin buruk'."Hampir di semua bidang, kinerja SBY memperoleh rapor merah dari publik," kata Umar di Restoran Pulau Dua, Taman Ria Senayan, Jakarta, Minggu (2/6).Baca juga:

Bantah SBY tak punya legacy, Sutan sebut korupsi dibabat semua

9 Tahun memimpin, benarkah SBY tak punya legacy?

SBY disebut tak menghasilkan apa-apa, apa kata Ruhut?

Rizal Ramli kritik penghargaan FAO untuk SBY

Rekomendasi